Top Stories

Panitia Penerimaan Calon Polri Jangan Manfaatkan Situasi
Balar Temukan Struktur Bangunan Di Kota China
Kejagung Diminta Tindaklanjuti Laporan Kredit Fiktif Kopkar Pertamina
Hardiknas Masih Sisakan Sejumlah Persoalan
Polisi Harus Bongkar Praktik Siong

Opini

Pemprovsu Lakukan Pemerataan Guru

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) akan melakukan pemerataan guru. Sebab, dalam ...

Kadis Pendidikan Pantas Dievaluasi

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Herry Zulkarnaen mengatakan kinerja Kepala ...

Panitia Penerimaan Calon Polri Jangan Manfaatkan Situasi

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan Kombes Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto menegaskan, panitia seleksi p...

Balar Temukan Struktur Bangunan Di Kota China

MEDAN (Waspada): Di Situs Kota China, tim peneliti Balai Arkeologi (Balar) Medan menemukan struktur ...

Kejagung Diminta Tindaklanjuti Laporan Kredit Fiktif Kopkar Pertamina

MEDAN (Waspada): Agar tidak dinilai tebang pilih dalam menangani kasus dugaan korupsi, Kejaksaan Agu...

Hardiknas Masih Sisakan Sejumlah Persoalan

MEDAN (Waspada): Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, masih menyisakan sejumlah persoalan...

Polisi Harus Bongkar Praktik Siong

MEDAN (Waspada): DPRD Medan meminta aparat kepolisian untuk membongkar praktik pencurian Bahan Bakar...

Mimbar Jumat

Pemprovsu Lakukan...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

Kadis Pendidikan ...

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Parta...

Panitia Penerimaa...

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan K...

Balar Temukan Str...

MEDAN (Waspada): Di Situs Kota Chin...

Lentera

Pemprovsu Lakukan...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

Kadis Pendidikan ...

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Parta...

Panitia Penerimaa...

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan K...

Balar Temukan Str...

MEDAN (Waspada): Di Situs Kota Chin...

Lentera Ramadhan

Pemprovsu Lakukan...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

Kadis Pendidikan ...

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Parta...

Panitia Penerimaa...

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan K...

Balar Temukan Str...

MEDAN (Waspada): Di Situs Kota Chin...

Banner
Pengurus Yayasan Masjid Agung Menolak Mundur Tanpa Prosedur
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Wednesday, 02 May 2012 04:14   
Share

MEDAN (Waspada): Pihak Yayasan Masjid Agung Medan mempersilakan siapa saja melapor ke polisi jika memiliki bukti atas dugaan penyimpangan keuangan. Pernyataan ini  disampaikan terkait banyaknya desakan dari berbagai elemen masyarakat agar pengurus Yayasan Masjid Agung mengundurkan diri karena pengelolaan keuangan terkesan tidak  transparan.


“Kalau ada bukti, silakan lapor ke polisi. Tetapi saya minta jangan selalu curiga kepada pengurus yayasan sebelum ada bukti,” tegas Dewan Pengawas Yayasan Masjid Agung  Medan Abd. Mutholib Sembiring kepada Waspada saat dihubungi via telefon, Selasa (1/5) malam.


Terkait desakan mundur terhadap pengurus Yayasan Masjid Agung, menurut Abd. Mutholib, harus melalui mekanisme dan prosedur yang ada. “Mana bisa mundurmundur begitu  saja tanpa melalui mekanisme. Kami tidak akan mundur kalau tidak melalui prosedur,” ungkapnya.


Hingga saat ini, lanjut Abd. Mutholib, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ada persoalan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Masjid Agung. “Karena  tidak ada penyimpangan, kami tidak akan mundur. Bagi kami, pekerjaan ini ibadah. Untuk apa kami mundur kalau tidak ada masalah,” terangnya.


Dia merasa yakin bahwa pihakpihak yang mendesak pengurus yayasan mundur, bukan semuanya jamaah Masjid Agung. “Setahu saya, tidak semua jamaah mendesak kami  mundur,” tambahnya.


Sementara itu, praktisi hukum Abdul Hakim Siagian, SH, MHum berpendapat,  jika benar pengelolaan keuangan Masjid Agung Medan tidak transparan, maka umat Islam terutama  organisasi kemasyarakatan (ormas) yang peduli terhadap Masjid Agung dapat mengajukan gugatan. “Secara hukum, umat boleh mengajukan gugatan ke pengadilan,” katanya.


Namun, lanjut Siagian, sebelum menempuh upaya hukum, sebaiknya persoalan itu dibahas secara internal terlebih dahulu. Misalnya, umat  Islam memberi kesempatan kepada  pengurus  Yayasan Masjid Agung untuk menjelaskan kondisi pengelolaan keuangan baik yang masuk maupun keluar.


“Jika proses internal menemukan jalan buntu, maka umat Islam boleh mengajukan gugatan. Tapi, saya berharap upaya hukum  menjadi agenda terakhir bagi umat Islam untuk  menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya.


Siagian tidak sependapat  jika ada oknum yang memanfaatkan tempat ibadah sebagai ajang mendapat keuntungan duniawi. “Tindakan mencari keuntungan pribadi ini sangat tidak  terpuji. Apalagi kalau pengelolaan keuangannya tidak transparan,” katanya.


Dalam konteks itu, Siagian menyarankan pengelola keuangan atau pihak pengurus Yayasan Masjid Agung membuka diri kepada umat, terkait  desakan transparasi tentang audit  keuangan serta pertanggungjawaban penggunaan dana infaq dan bantuan lainnya.


“Menghindari munculnya anggapan negatif  atau preseden buruk, pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Masjid Agung harus diperketat dan dalam kurun waktu tertentu  ada proses audit secara  profesional,” tegasnya.


Menurut Siagian, seluruh Ormas Islam juga berhak menuntut transparansi dan audit pertanggungjawaban keuangan di  Masjid Agung. “Saya tidak tahu apakah audit keuangan  tersebut pernah dilakukan atau  belum sama sekali,’’ tegasnya.


Siddiq Dan Amanah
Di tempat terpisah, Ketua Forum Islam Bersatu (FIB) Sumut Ustad Azwir Ibnu Azis didampingi Sekretaris H. Grisbert di Sekretariat FIB Sumut, Senin (30/4), mengatakan, dua hal yang  diminta umat Islam kepada pengelola masjid, yakni pengurusnya harus orangorang yang siddiq (dipercaya) dan amanah.


Jika hal ini tidak dimiliki pengurus masjid, maka umat tidak akan percaya lagi untuk memberikan infaq ke masjid. Tentunya hal ini akan berdampak pada kemakmuran masjid.  “Pengelolaan masjid ini sudah diatur dalam Islam. Paling utama yang diminta diminta oleh Islam yakni pengurusnya harus orangorang yang siddiq (percaya), serta amanah,” kata  Azis.


Jika sudah tidak lagi mendapat kepercayaan umat untuk mengurus masjid, maka pengurusnya harus mengundurkan diri. “Apapun ceritanya, kalau umat sudah tidak percaya, maka  sudah tidak pantas menjadi pengurus. Dan apa yang terjadi pada Jumat lalu, mungkin saja sejumlah jamaah melihat adanya potensi kecurangan,” tambahnya.


Menurut Azis, munculnya ketidakpercayaan umat ini, akan berdampak pada kemakmuran masjid. Umat tidak akan mau berinfaq ke masjid dengan alasan takut dana tersebut  disalahgunakan. Padahal, mati dan makmurnya sebuah masjid tergantung pada wakaf dan infaq dari umat.


Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah yakni, “Akan datang kepada umat manusia tahuntahun yang penuh tipu daya. Di dalamnya para pendusta dianggap benar  sementara orang yang benar dianggap pendusta dan para pengkhianat diberi amanat, sementara orangorang amanah dianggap pengkhianat.”


“Ketika siddiq dan amanah tadi sudah ditinggalkan, maka Rasullullah sudah memprediksi akan terjadi seperti yang diungkapkan dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah itu,”  tegas Azis.


Turun
Sedangkan Sekretaris FIB Sumut Grisbert mengatakan, apa yang dilakukan jamaah usai Shalat Jumat pekan lalu, bukanlah pembongkaran kotak infaq melainkan pembukaan kotak  infaq yang dilakukan pengurus masjid disaksikan para jamaah.


“Pembukaan kotak infaq itu menjadi wajar karena jamaah sudah berkalikali mempertanyakan jumlah infaq tersebut. Jamaah juga sudah memberi masukan kepada yayasan.  Namun tetap juga tidak pernah ada perubahan,” kata Grisbert yang ikut menyaksikan pembukaan kotak infaq itu.


Alhamdulillah, kata Grisbert, setelah kotak infaq dibuka terkumpul uang tunai sebesar Rp7,8 juta dan 20 ringgit Malaysia. Sementara pada Shalat Jumat sebelumnya, hanya  terkumpul berkisar Rp3 jutaan.


Grisbert juga menyarankan agar pengurus yayasan mundur, jika tidak bisa mengendalikan oknum pelaksana teknis di lapangan. “Kita takut ini akan menjadi fitnah yang ditujukan  kepada yayasan. Bisa jadi pihak yayasan tidak tahu menahu atas apa yang dilakukan oknum pelaksana teknis di lapangan itu. Jika itu yang terjadi, kasihan kita dengan pengurus.  Nanti jamaah mengira mereka bersubahat, padahal tidak,” tambahnya.


Menyikapi permasalahan ini, kata Azis, FIB Sumut siap menjembataninya untuk mencari solusi penyelesaian atas segala permasalahan yang ada di Masjid Agung. “Masalah ini harus  kita kembalikan menurut Islam. Kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.(m49/h02)



 

Internasional

Dua Penggarap Dianiaya Bel...

MEDAN (Waspada): Dituduh mengganggu, dua warga diania...

Pemprovsu Lakukan Pemerata...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu...

Kadis Pendidikan Pantas D...

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Me...

Panitia Penerimaan Calon P...

MEDAN (Waspada): Kapolresta Medan Kombes Pol. Mardiaz...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada