Top Stories

Pulang Liburan, Anggota TNI Tubruk Jukir Hingga Tewas
Hentikan Pembantaian Rohingya
Mendagri imbau Kabupaten/Kota Segera Cairkan Dana Pilkada
Penumpang Bus Bawa Dodol Ganja
Eksepsi Syamsul Anwar Ditolak

Opini

Polisi Panggil Kepala SD Swasta Di Medan

MEDAN (Waspada): Penyidik Reskrim Unit Tipiter Polresta Medan melayangkan surat panggilan terhadap s...

Gubsu Serahkan Ijazah Untuk Diverifikasi

MEDAN (Waspada): Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho menjadikan dirinya contoh dimulainya penelitian keabsah...

Pulang Liburan, Anggota TNI Tubruk Jukir Hingga Tewas

MEDAN(Waspada): Satu mobil Sirion BK 1592 MM, dikemudikan anggota TNI-AD Serda RN yang baru pulang l...

Hentikan Pembantaian Rohingya

MEDAN (Waspada): Perayaan Waisak di Kota Medan diwarnai  unjukrasa sejumlah umat Islam yang tergabu...

Mendagri imbau Kabupaten/Kota Segera Cairkan Dana Pilkada

MEDAN (Waspada): Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Sumatera Ut...

Penumpang Bus Bawa Dodol Ganja

MEDAN (Waspada): Baru turun dari bus Anugrah jurusan  Banda Aceh–Medan, seorang penumpang bus berin...

Eksepsi Syamsul Anwar Ditolak

MEDAN (Waspada): Nota eksepsi (keberatan) yang  diajukan penasehat hukum terdakwa penganiayaan dan ...

Mimbar Jumat

Polisi Panggil Ke...

MEDAN (Waspada): Penyidik Reskrim U...

Gubsu Serahkan Ij...

MEDAN (Waspada): Gubsu H. Gatot Puj...

Pulang Liburan, A...

MEDAN(Waspada): Satu mobil Sirion B...

Hentikan Pembanta...

MEDAN (Waspada): Perayaan Waisak di...

Lentera

Polisi Panggil Ke...

MEDAN (Waspada): Penyidik Reskrim U...

Gubsu Serahkan Ij...

MEDAN (Waspada): Gubsu H. Gatot Puj...

Pulang Liburan, A...

MEDAN(Waspada): Satu mobil Sirion B...

Hentikan Pembanta...

MEDAN (Waspada): Perayaan Waisak di...

Lentera Ramadhan

Polisi Panggil Ke...

MEDAN (Waspada): Penyidik Reskrim U...

Gubsu Serahkan Ij...

MEDAN (Waspada): Gubsu H. Gatot Puj...

Pulang Liburan, A...

MEDAN(Waspada): Satu mobil Sirion B...

Hentikan Pembanta...

MEDAN (Waspada): Perayaan Waisak di...

Banner
Pengurus Yayasan Masjid Agung Menolak Mundur Tanpa Prosedur
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Wednesday, 02 May 2012 04:14   
Share

MEDAN (Waspada): Pihak Yayasan Masjid Agung Medan mempersilakan siapa saja melapor ke polisi jika memiliki bukti atas dugaan penyimpangan keuangan. Pernyataan ini  disampaikan terkait banyaknya desakan dari berbagai elemen masyarakat agar pengurus Yayasan Masjid Agung mengundurkan diri karena pengelolaan keuangan terkesan tidak  transparan.


“Kalau ada bukti, silakan lapor ke polisi. Tetapi saya minta jangan selalu curiga kepada pengurus yayasan sebelum ada bukti,” tegas Dewan Pengawas Yayasan Masjid Agung  Medan Abd. Mutholib Sembiring kepada Waspada saat dihubungi via telefon, Selasa (1/5) malam.


Terkait desakan mundur terhadap pengurus Yayasan Masjid Agung, menurut Abd. Mutholib, harus melalui mekanisme dan prosedur yang ada. “Mana bisa mundurmundur begitu  saja tanpa melalui mekanisme. Kami tidak akan mundur kalau tidak melalui prosedur,” ungkapnya.


Hingga saat ini, lanjut Abd. Mutholib, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, tidak ada persoalan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Masjid Agung. “Karena  tidak ada penyimpangan, kami tidak akan mundur. Bagi kami, pekerjaan ini ibadah. Untuk apa kami mundur kalau tidak ada masalah,” terangnya.


Dia merasa yakin bahwa pihakpihak yang mendesak pengurus yayasan mundur, bukan semuanya jamaah Masjid Agung. “Setahu saya, tidak semua jamaah mendesak kami  mundur,” tambahnya.


Sementara itu, praktisi hukum Abdul Hakim Siagian, SH, MHum berpendapat,  jika benar pengelolaan keuangan Masjid Agung Medan tidak transparan, maka umat Islam terutama  organisasi kemasyarakatan (ormas) yang peduli terhadap Masjid Agung dapat mengajukan gugatan. “Secara hukum, umat boleh mengajukan gugatan ke pengadilan,” katanya.


Namun, lanjut Siagian, sebelum menempuh upaya hukum, sebaiknya persoalan itu dibahas secara internal terlebih dahulu. Misalnya, umat  Islam memberi kesempatan kepada  pengurus  Yayasan Masjid Agung untuk menjelaskan kondisi pengelolaan keuangan baik yang masuk maupun keluar.


“Jika proses internal menemukan jalan buntu, maka umat Islam boleh mengajukan gugatan. Tapi, saya berharap upaya hukum  menjadi agenda terakhir bagi umat Islam untuk  menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya.


Siagian tidak sependapat  jika ada oknum yang memanfaatkan tempat ibadah sebagai ajang mendapat keuntungan duniawi. “Tindakan mencari keuntungan pribadi ini sangat tidak  terpuji. Apalagi kalau pengelolaan keuangannya tidak transparan,” katanya.


Dalam konteks itu, Siagian menyarankan pengelola keuangan atau pihak pengurus Yayasan Masjid Agung membuka diri kepada umat, terkait  desakan transparasi tentang audit  keuangan serta pertanggungjawaban penggunaan dana infaq dan bantuan lainnya.


“Menghindari munculnya anggapan negatif  atau preseden buruk, pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Masjid Agung harus diperketat dan dalam kurun waktu tertentu  ada proses audit secara  profesional,” tegasnya.


Menurut Siagian, seluruh Ormas Islam juga berhak menuntut transparansi dan audit pertanggungjawaban keuangan di  Masjid Agung. “Saya tidak tahu apakah audit keuangan  tersebut pernah dilakukan atau  belum sama sekali,’’ tegasnya.


Siddiq Dan Amanah
Di tempat terpisah, Ketua Forum Islam Bersatu (FIB) Sumut Ustad Azwir Ibnu Azis didampingi Sekretaris H. Grisbert di Sekretariat FIB Sumut, Senin (30/4), mengatakan, dua hal yang  diminta umat Islam kepada pengelola masjid, yakni pengurusnya harus orangorang yang siddiq (dipercaya) dan amanah.


Jika hal ini tidak dimiliki pengurus masjid, maka umat tidak akan percaya lagi untuk memberikan infaq ke masjid. Tentunya hal ini akan berdampak pada kemakmuran masjid.  “Pengelolaan masjid ini sudah diatur dalam Islam. Paling utama yang diminta diminta oleh Islam yakni pengurusnya harus orangorang yang siddiq (percaya), serta amanah,” kata  Azis.


Jika sudah tidak lagi mendapat kepercayaan umat untuk mengurus masjid, maka pengurusnya harus mengundurkan diri. “Apapun ceritanya, kalau umat sudah tidak percaya, maka  sudah tidak pantas menjadi pengurus. Dan apa yang terjadi pada Jumat lalu, mungkin saja sejumlah jamaah melihat adanya potensi kecurangan,” tambahnya.


Menurut Azis, munculnya ketidakpercayaan umat ini, akan berdampak pada kemakmuran masjid. Umat tidak akan mau berinfaq ke masjid dengan alasan takut dana tersebut  disalahgunakan. Padahal, mati dan makmurnya sebuah masjid tergantung pada wakaf dan infaq dari umat.


Dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah yakni, “Akan datang kepada umat manusia tahuntahun yang penuh tipu daya. Di dalamnya para pendusta dianggap benar  sementara orang yang benar dianggap pendusta dan para pengkhianat diberi amanat, sementara orangorang amanah dianggap pengkhianat.”


“Ketika siddiq dan amanah tadi sudah ditinggalkan, maka Rasullullah sudah memprediksi akan terjadi seperti yang diungkapkan dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah itu,”  tegas Azis.


Turun
Sedangkan Sekretaris FIB Sumut Grisbert mengatakan, apa yang dilakukan jamaah usai Shalat Jumat pekan lalu, bukanlah pembongkaran kotak infaq melainkan pembukaan kotak  infaq yang dilakukan pengurus masjid disaksikan para jamaah.


“Pembukaan kotak infaq itu menjadi wajar karena jamaah sudah berkalikali mempertanyakan jumlah infaq tersebut. Jamaah juga sudah memberi masukan kepada yayasan.  Namun tetap juga tidak pernah ada perubahan,” kata Grisbert yang ikut menyaksikan pembukaan kotak infaq itu.


Alhamdulillah, kata Grisbert, setelah kotak infaq dibuka terkumpul uang tunai sebesar Rp7,8 juta dan 20 ringgit Malaysia. Sementara pada Shalat Jumat sebelumnya, hanya  terkumpul berkisar Rp3 jutaan.


Grisbert juga menyarankan agar pengurus yayasan mundur, jika tidak bisa mengendalikan oknum pelaksana teknis di lapangan. “Kita takut ini akan menjadi fitnah yang ditujukan  kepada yayasan. Bisa jadi pihak yayasan tidak tahu menahu atas apa yang dilakukan oknum pelaksana teknis di lapangan itu. Jika itu yang terjadi, kasihan kita dengan pengurus.  Nanti jamaah mengira mereka bersubahat, padahal tidak,” tambahnya.


Menyikapi permasalahan ini, kata Azis, FIB Sumut siap menjembataninya untuk mencari solusi penyelesaian atas segala permasalahan yang ada di Masjid Agung. “Masalah ini harus  kita kembalikan menurut Islam. Kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.(m49/h02)



 

Internasional

20 Rumah Eks PTPN II Musn...

MEDAN (Waspada):  Diduga gara-gara kompor gas meledak...

Polisi Panggil Kepala SD S...

MEDAN (Waspada): Penyidik Reskrim Unit Tipiter Polres...

Gubsu Serahkan Ijazah Untu...

MEDAN (Waspada): Gubsu H. Gatot Pujo Nugroho menjadik...

Pulang Liburan, Anggota TN...

MEDAN(Waspada): Satu mobil Sirion BK 1592 MM, dikemud...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada