Top Stories

DPRDSU Sepakat Bentuk Tim Khusus
Oknum Pejabat Resahkan Pemilik Usaha
Poldasu Tangkap Pembobol ATM
Umat Islam Beribadah Dalam Gelap
Kabinet Kerja Tidak Kondusif Menteri Saling Ungkap Borok

Opini

Penumpang Sipil Tidak Dapat Asuransi

MEDAN (Waspada): Para korban Hercules C130 yang berstatus prajurit TNI beserta keluarganya dipastika...

Pedagang Pasar Induk Ancam Unjukrasa

MEDAN (Waspada): Pedagang Pasar Induk di Kelurahan Lau Cih, Kec. Medan Tuntungan, mengancam akan kem...

DPRDSU Sepakat Bentuk Tim Khusus

MEDAN (Waspada): Komisi A DPRD Sumut mengaku mendukung hasil yang disepakati  pada pertemuan Komisi ...

Oknum Pejabat Resahkan Pemilik Usaha

MEDAN (Waspada): Ada saja aksi oknum pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjelang leba...

Poldasu Tangkap Pembobol ATM

MEDAN (Waspada): Subdit III/Umum Dit Reskrimum Polda Sumut meringkus dua pelaku pembobol Anjungan Tu...

Umat Islam Beribadah Dalam Gelap

MEDAN (Waspada): Sama seperti tahun sebelumnya, suasana bulan suci Ramadhan di Kota Medan dan sekita...

Kabinet Kerja Tidak Kondusif Menteri Saling Ungkap Borok

MEDAN (Waspada): Pengamat hukum tata negera dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Faisal Akbar me...

Mimbar Jumat

Penumpang Sipil T...

MEDAN (Waspada): Para korban Hercul...

Pedagang Pasar In...

MEDAN (Waspada): Pedagang Pasar Ind...

DPRDSU Sepakat Be...

MEDAN (Waspada): Komisi A DPRD Sumu...

Oknum Pejabat Res...

MEDAN (Waspada): Ada saja aksi oknu...

Lentera

Penumpang Sipil T...

MEDAN (Waspada): Para korban Hercul...

Pedagang Pasar In...

MEDAN (Waspada): Pedagang Pasar Ind...

DPRDSU Sepakat Be...

MEDAN (Waspada): Komisi A DPRD Sumu...

Oknum Pejabat Res...

MEDAN (Waspada): Ada saja aksi oknu...

Lentera Ramadhan

Penumpang Sipil T...

MEDAN (Waspada): Para korban Hercul...

Pedagang Pasar In...

MEDAN (Waspada): Pedagang Pasar Ind...

DPRDSU Sepakat Be...

MEDAN (Waspada): Komisi A DPRD Sumu...

Oknum Pejabat Res...

MEDAN (Waspada): Ada saja aksi oknu...

Banner
Staf Biro Binkemsos Provsu Didakwa Korupsi
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Tuesday, 26 March 2013 04:54   
Share

MEDAN (Waspada): Raja Anita Elisya, staf Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial  (Binkemsos) Setda Provsu, diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/3). Dia  didakwa menerima Rp500 juta dari 17 penerima dana bantuan sosial (Bansos)  pada Biro Binkemsos Propsu tahun anggaran 2010 yang dicaloinya.

“Perbuatan tersebut diduga dilakukannya bersamasama dengan Samsir Siregar  (almarhum), selaku Kasubag Perbendaharaan Biro Keuangan Pempropsu,”  tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty LS Silaen dkk, dari Kejaksaan Tinggi  Sumatera Utara (Kejatisu), dalam dakwaannya yang dibacakan dihadapan  majelis hakim diketuai Muhammad Nur.

Terdakwa Raja Anita Elisya, 45, yang sempat melarikan diri itu, hadir di  persidangan mengenakan baju tahanan berwarna merah, di dampingi  penasihat hukumnya Ilwa Pulita SH.

Jaksa mengatakan, terdakwa selaku staf di Sub Bagian Pengeluaran pada  Bagian Akuntansi Biro Binkemsos Provsu, sama sekali tidak terkait dengan  penyaluran dana hibah/bansos tahun 2010, namun kenyataannya terdakwa  berperan aktif selaku calo yang menawarkan jasa kepada para calon penerima  untuk mengurus pencairan dana bansos dari Kantor Gubsu.

“Proposalproposal yang diajukan calon penerima dana bansos telah disiapkan  dan diarahkan terdakwa, sedangkan para calon penerima tinggal  menandatangani proposal tersebut,” kata jaksa.

Sebagai jasa untuk mengurus proposal dana bansos tersebut, terdakwa  menerima sejumlah uang dari 17 penerima yang besarnya bervariasi, yakni  3060 persen. Untuk memuluskan pencairan dana bansos tersebut, terdakwa  langsung mendatangi staf/honor di Biro Binkemsos yang bertugas  menyerahkan Surat Pemberitahuan kepada para calon penerima.

“Padahal, seharusnya Surat Pemberitahuan langsung diterima oleh para calon  penerima, karena untuk penandatanganan dokumen kelengkapan administrasi  pencairan dana bansos seperti kwitansi dan Naskah Hibah/Bansos yang tidak  bisa diwakilkan,” sebut jaksa.

Akibat perbuatan terdakwa yang diduga telah memperkaya diri sendiri, atau  orang lain dalam hal ini Samsir Siregar (almarhum), telah merugikan negara  sebesar Rp500 juta, sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka perhitungan  kerugian keuangan negara atas dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa dalam  penggunaan (penyaluran) dana hibah/bansos yang bersumber dari dana APBD  Pemprovsu 2010.

JPU pun menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1), Pasal  3, Pasal 12 huruf g jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP, dengan ancaman 20  tahun penjara.

Terkait dakwaan jaksa tersebut, penasihat hukum terdakwa Ilwa Pulita SH  menyatakan tidak mengajukan keberatan. Sidang dilanjutkan pekan depan  dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (m38)



Tags: korupsi  
 

Internasional

DPD RI: Cegah Kerusakan Li...

MEDAN (Waspada): Komite II DPD RI meminta pemerintah ...

Penumpang Sipil Tidak Dapa...

MEDAN (Waspada): Para korban Hercules C130 yang berst...

Pedagang Pasar Induk Ancam...

MEDAN (Waspada): Pedagang Pasar Induk di Kelurahan La...

DPRDSU Sepakat Bentuk Tim ...

MEDAN (Waspada): Komisi A DPRD Sumut mengaku mendukun...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada