Top Stories

Pemko Diminta Fokus Benahi Aset Bangunan Bersejarah
Pencurian BBM Marak Bukti Penegakan Hukum Lemah
Peredaran Narkoba Capai Titik Mengkhawatirkan
Rumah Bandar Narkoba Digerebek
Masyarakat Miskin Belum Masuk BPJS Kesehatan

Opini

Seakan Tidak Ada Beda Mahasiswa Dengan Sopir Angkot

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) berteriak sambil mengeluarkan kepala...

Jalan Willem Iskandar Memprihatinkan

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem Iskandar sangat memprihatinkan. Bukan saja rusak parah, tapi juga...

Pemko Diminta Fokus Benahi Aset Bangunan Bersejarah

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta fokus saja dahulu untuk mendata dan membenahi...

Pencurian BBM Marak Bukti Penegakan Hukum Lemah

BELAWAN (Waspada): Aksi kejahatan ekonomi berupa pencurian BBM atau yang disebut “siong” marak di se...

Peredaran Narkoba Capai Titik Mengkhawatirkan

MEDAN (Waspada): Peredaran narkoba di Indonesia, saat ini sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan....

Rumah Bandar Narkoba Digerebek

MEDAN (Waspada): Satuan Sabhara Polresta Medan menggerebek rumah bandar narkoba yang sekaligus didug...

Masyarakat Miskin Belum Masuk BPJS Kesehatan

MEDAN (Waspada): Seperti telah diduga sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) pas...

Mimbar Jumat

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Jalan Willem Iska...

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem ...

Pemko Diminta Fok...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Pencurian BBM Mar...

BELAWAN (Waspada): Aksi kejahatan e...

Lentera

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Jalan Willem Iska...

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem ...

Pemko Diminta Fok...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Pencurian BBM Mar...

BELAWAN (Waspada): Aksi kejahatan e...

Lentera Ramadhan

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Jalan Willem Iska...

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem ...

Pemko Diminta Fok...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Pencurian BBM Mar...

BELAWAN (Waspada): Aksi kejahatan e...

Banner
Staf Biro Binkemsos Provsu Didakwa Korupsi
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Tuesday, 26 March 2013 04:54   
Share

MEDAN (Waspada): Raja Anita Elisya, staf Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial  (Binkemsos) Setda Provsu, diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/3). Dia  didakwa menerima Rp500 juta dari 17 penerima dana bantuan sosial (Bansos)  pada Biro Binkemsos Propsu tahun anggaran 2010 yang dicaloinya.

“Perbuatan tersebut diduga dilakukannya bersamasama dengan Samsir Siregar  (almarhum), selaku Kasubag Perbendaharaan Biro Keuangan Pempropsu,”  tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty LS Silaen dkk, dari Kejaksaan Tinggi  Sumatera Utara (Kejatisu), dalam dakwaannya yang dibacakan dihadapan  majelis hakim diketuai Muhammad Nur.

Terdakwa Raja Anita Elisya, 45, yang sempat melarikan diri itu, hadir di  persidangan mengenakan baju tahanan berwarna merah, di dampingi  penasihat hukumnya Ilwa Pulita SH.

Jaksa mengatakan, terdakwa selaku staf di Sub Bagian Pengeluaran pada  Bagian Akuntansi Biro Binkemsos Provsu, sama sekali tidak terkait dengan  penyaluran dana hibah/bansos tahun 2010, namun kenyataannya terdakwa  berperan aktif selaku calo yang menawarkan jasa kepada para calon penerima  untuk mengurus pencairan dana bansos dari Kantor Gubsu.

“Proposalproposal yang diajukan calon penerima dana bansos telah disiapkan  dan diarahkan terdakwa, sedangkan para calon penerima tinggal  menandatangani proposal tersebut,” kata jaksa.

Sebagai jasa untuk mengurus proposal dana bansos tersebut, terdakwa  menerima sejumlah uang dari 17 penerima yang besarnya bervariasi, yakni  3060 persen. Untuk memuluskan pencairan dana bansos tersebut, terdakwa  langsung mendatangi staf/honor di Biro Binkemsos yang bertugas  menyerahkan Surat Pemberitahuan kepada para calon penerima.

“Padahal, seharusnya Surat Pemberitahuan langsung diterima oleh para calon  penerima, karena untuk penandatanganan dokumen kelengkapan administrasi  pencairan dana bansos seperti kwitansi dan Naskah Hibah/Bansos yang tidak  bisa diwakilkan,” sebut jaksa.

Akibat perbuatan terdakwa yang diduga telah memperkaya diri sendiri, atau  orang lain dalam hal ini Samsir Siregar (almarhum), telah merugikan negara  sebesar Rp500 juta, sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka perhitungan  kerugian keuangan negara atas dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa dalam  penggunaan (penyaluran) dana hibah/bansos yang bersumber dari dana APBD  Pemprovsu 2010.

JPU pun menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1), Pasal  3, Pasal 12 huruf g jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP, dengan ancaman 20  tahun penjara.

Terkait dakwaan jaksa tersebut, penasihat hukum terdakwa Ilwa Pulita SH  menyatakan tidak mengajukan keberatan. Sidang dilanjutkan pekan depan  dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (m38)



Tags: korupsi  
 

Internasional

5.000 Buruh Gelar Aksi May...

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen serikat buruh di Sum...

Seakan Tidak Ada Beda Maha...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang anggota Brigade Mobi...

Jalan Willem Iskandar Memp...

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem Iskandar sangat me...

Pemko Diminta Fokus Benahi...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan dimint...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada