Top Stories

Warga Perlis Siap Tarung Nyawa Demi Mangrove
Kasus Perampokan BRI Meukek Barmawi Cs Divonis 28 Tahun
100 Hari, Janji Belum Nyata
Demam Batu Akik Karena Masyarakat Ingin Tren
Polisi Buru Pemilik 4,25 Ton Ganja

Opini

Dipaksa Sembah Pekong, PRT Adukan Majikan ke Polisi

MEDAN (Waspada):  Karena menolak dipaksa menyembah Pekong di rumah majikannya di Jln Sejati, Kel Ban...

Din Syamsuddin Resmikan Gedung Pascasarjana UMSU

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muhamadiyah Prof Dr HM Din Syamsudin MA mengingatkan tuntutan iklim g...

Warga Perlis Siap Tarung Nyawa Demi Mangrove

MEDAN (Waspada): Warga Desa Perlis, Kec. Brandan Barat, Langkat menyatakan siap berdarah bahkan bert...

Kasus Perampokan BRI Meukek Barmawi Cs Divonis 28 Tahun

MEDAN (Waspada) : Barmawi alias Tengku Bar bin TM Saleh, 44, dan 2 terdakwa lain, yakni Husaini bin ...

100 Hari, Janji Belum Nyata

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menegaskan, 100 hari masa kepemimpin...

Demam Batu Akik Karena Masyarakat Ingin Tren

MEDAN (Waspada): Demam batu akik makin menjadi-jadi. Mulai remaja hingga dewasa baik masyarakat kala...

Polisi Buru Pemilik 4,25 Ton Ganja

MEDAN (Waspada): Sat Reserse Narkoba Polresta Medan memburu pemodal dan pemilik 4,25 ton ganja yang ...

Mimbar Jumat

Dipaksa Sembah Pe...

MEDAN (Waspada):  Karena menolak di...

Din Syamsuddin Re...

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muha...

Warga Perlis Siap...

MEDAN (Waspada): Warga Desa Perlis,...

Kasus Perampokan ...

MEDAN (Waspada) : Barmawi alias Ten...

Lentera

Dipaksa Sembah Pe...

MEDAN (Waspada):  Karena menolak di...

Din Syamsuddin Re...

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muha...

Warga Perlis Siap...

MEDAN (Waspada): Warga Desa Perlis,...

Kasus Perampokan ...

MEDAN (Waspada) : Barmawi alias Ten...

Lentera Ramadhan

Dipaksa Sembah Pe...

MEDAN (Waspada):  Karena menolak di...

Din Syamsuddin Re...

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muha...

Warga Perlis Siap...

MEDAN (Waspada): Warga Desa Perlis,...

Kasus Perampokan ...

MEDAN (Waspada) : Barmawi alias Ten...

Banner
Staf Biro Binkemsos Provsu Didakwa Korupsi
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Tuesday, 26 March 2013 04:54   
Share

MEDAN (Waspada): Raja Anita Elisya, staf Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial  (Binkemsos) Setda Provsu, diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/3). Dia  didakwa menerima Rp500 juta dari 17 penerima dana bantuan sosial (Bansos)  pada Biro Binkemsos Propsu tahun anggaran 2010 yang dicaloinya.

“Perbuatan tersebut diduga dilakukannya bersamasama dengan Samsir Siregar  (almarhum), selaku Kasubag Perbendaharaan Biro Keuangan Pempropsu,”  tutur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty LS Silaen dkk, dari Kejaksaan Tinggi  Sumatera Utara (Kejatisu), dalam dakwaannya yang dibacakan dihadapan  majelis hakim diketuai Muhammad Nur.

Terdakwa Raja Anita Elisya, 45, yang sempat melarikan diri itu, hadir di  persidangan mengenakan baju tahanan berwarna merah, di dampingi  penasihat hukumnya Ilwa Pulita SH.

Jaksa mengatakan, terdakwa selaku staf di Sub Bagian Pengeluaran pada  Bagian Akuntansi Biro Binkemsos Provsu, sama sekali tidak terkait dengan  penyaluran dana hibah/bansos tahun 2010, namun kenyataannya terdakwa  berperan aktif selaku calo yang menawarkan jasa kepada para calon penerima  untuk mengurus pencairan dana bansos dari Kantor Gubsu.

“Proposalproposal yang diajukan calon penerima dana bansos telah disiapkan  dan diarahkan terdakwa, sedangkan para calon penerima tinggal  menandatangani proposal tersebut,” kata jaksa.

Sebagai jasa untuk mengurus proposal dana bansos tersebut, terdakwa  menerima sejumlah uang dari 17 penerima yang besarnya bervariasi, yakni  3060 persen. Untuk memuluskan pencairan dana bansos tersebut, terdakwa  langsung mendatangi staf/honor di Biro Binkemsos yang bertugas  menyerahkan Surat Pemberitahuan kepada para calon penerima.

“Padahal, seharusnya Surat Pemberitahuan langsung diterima oleh para calon  penerima, karena untuk penandatanganan dokumen kelengkapan administrasi  pencairan dana bansos seperti kwitansi dan Naskah Hibah/Bansos yang tidak  bisa diwakilkan,” sebut jaksa.

Akibat perbuatan terdakwa yang diduga telah memperkaya diri sendiri, atau  orang lain dalam hal ini Samsir Siregar (almarhum), telah merugikan negara  sebesar Rp500 juta, sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka perhitungan  kerugian keuangan negara atas dugaan korupsi yang dilakukan terdakwa dalam  penggunaan (penyaluran) dana hibah/bansos yang bersumber dari dana APBD  Pemprovsu 2010.

JPU pun menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 2 ayat (1), Pasal  3, Pasal 12 huruf g jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP, dengan ancaman 20  tahun penjara.

Terkait dakwaan jaksa tersebut, penasihat hukum terdakwa Ilwa Pulita SH  menyatakan tidak mengajukan keberatan. Sidang dilanjutkan pekan depan  dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (m38)



Tags: korupsi  
 

Internasional

Mayjen TNI Edy Rahmayadi P...

MEDAN (Waspada): Mayjen TNI Edy Rahmayadi dipercaya m...

Dipaksa Sembah Pekong, PRT...

MEDAN (Waspada):  Karena menolak dipaksa menyembah Pe...

Din Syamsuddin Resmikan Ge...

MEDAN (Waspada): Ketua Umum PP Muhamadiyah Prof Dr HM...

Warga Perlis Siap Tarung N...

MEDAN (Waspada): Warga Desa Perlis, Kec. Brandan Bara...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada