Top Stories

Pelayanan PLN Kasus Menonjol 2014
Syirik Khafi, Anggapan Air Pembasuh Kaki Presiden Bawa Berkah
Pelemahan Rupiah Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Tepat
23 Polisi Ditangkap Kasus Narkoba
Pengamat: Konflik Golkar Tsunami Politik Terhebat

Opini

Eldin: Mari Ciptakan Medan Yang Selalu BERHIAS

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin, MSi mengajak masyarakat terus berupaya  menciptak...

BPOM Temukan Lengkong Berformalin

MEDAN (Waspada): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan, menemukan lengkong (sejenis ma...

Pelayanan PLN Kasus Menonjol 2014

MEDAN (Waspada) : Pemadaman yang dilalukan PT (Persero) PLN sepanjang tahun 2014, merupakan kasus so...

Syirik Khafi, Anggapan Air Pembasuh Kaki Presiden Bawa Berkah

MEDAN (Waspada): Sekjen MUI Sumut Prof Hasan Bakti Nasution mengingatkan, anggapan air pembasuh kaki...

Pelemahan Rupiah Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Tepat

MEDAN (Waspada): Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, disebabkan banyak factor.Antara lai...

23 Polisi Ditangkap Kasus Narkoba

MEDAN (Waspada): Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menangkap 23 oknum Polri diduga terlibat pen...

Pengamat: Konflik Golkar Tsunami Politik Terhebat

MEDAN (Waspada): Pengamat politik pasacsarjana Universitas Medan Area (UMA), Warjio, Ph.D menilai, p...

Mimbar Jumat

Eldin: Mari Cipta...

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Dr...

BPOM Temukan Leng...

MEDAN (Waspada): Balai Pengawasan O...

Pelayanan PLN Ka...

MEDAN (Waspada) : Pemadaman yang di...

Syirik Khafi, Ang...

MEDAN (Waspada): Sekjen MUI Sumut P...

Lentera

Eldin: Mari Cipta...

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Dr...

BPOM Temukan Leng...

MEDAN (Waspada): Balai Pengawasan O...

Pelayanan PLN Ka...

MEDAN (Waspada) : Pemadaman yang di...

Syirik Khafi, Ang...

MEDAN (Waspada): Sekjen MUI Sumut P...

Lentera Ramadhan

Eldin: Mari Cipta...

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Dr...

BPOM Temukan Leng...

MEDAN (Waspada): Balai Pengawasan O...

Pelayanan PLN Ka...

MEDAN (Waspada) : Pemadaman yang di...

Syirik Khafi, Ang...

MEDAN (Waspada): Sekjen MUI Sumut P...

Banner
Hukuman Tidak Berikan Efek Jera
Articles | Medan
Written by muhammad faisal on Saturday, 18 May 2013 04:46   
Share

MEDAN (Waspada) : Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan terasa semakin mengkhawatirkan. Setiap hari, ada saja warga yang menjadi korban kejahatan.

“Sepertinya, hukuman dan pembinaaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tidak memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Bahkan, setelah keluar penjara tindakannya semakin ganas dan sadis,” kata praktisi hukumSumuteraUtara Abdul Hakim Siagian, SH, M.Hum kepada Waspada terkait meningkatnya aksi kejahatan di Sumut, Jumat (17/5).

 

Menurut Siagian, hukuman dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan telah gagal menekan angka kejahatan di negeri ini. Kejahatan terus meningkat di mana saja, kapan saja dan korbannya siapa saja.

 

Selain akibat kedua faktor tersebut, persoalan ekonomi dan rendahnya intelektual serta pendidikan agama juga menjadi salah satu pemicunya.

 

Sementara, institusi Polri yang bertanggungjawab menjamin Kamtibmas terkesan kewalahan menekan aksi kejahatan.

 

Penerapan program deteksi dini terhadap aksi kejahatan, belum dilakukan secara maksimal.

 

“Polisi tidak selalu bisa hadir saat peristiwa kejahatan terjadi. Karena itu, kegiatan patroli keliling perlu ditingkatkan. Sehingga, bisa dengan mudah mendeteksi gejala kejahatan di masyarakat,” kata Siagian seraya menambahkan, memberantas kejahatan bukan hanya tugas polisi, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

 

Pertama, harus dilakukan upaya mencegah tindak kejahatan dengan membasmi penyakit masyarakat seperti judi, narkoba dan miras.

 

“Ketiga penyakit masyarakat ini memicu atau mendorong orang melakukan kejahatan,” tegasnya.

 

Karena itu, polisi harus meningkatkan hubungan sosial dengan masyarakat agar ketiga penyakit masyarakat itu dengan mudah diberantas.

 

“Polisi bisa melakukan itu dengan cara sangat sederhana seperti melakukan pertemuan rutin dengan masyarakat atau menggelar perlombaan. Ini akan menciptakan suasana yang kondusif dan meningkatkan hubungan emosional antara masyarakat dan polisi,” ungkapnya.

 

Sebab, hukuman dan penjara yang selama ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya, ternyata hanya mimpi.

 

Penjara atau lebih dikenal dengan sebutan Lapas, seolah mengalami pergeseran fungsi. Di tengah kasus kriminalitas dan hukum yang membanjir di negeri ini, penjara yang semestinya difungsikan untuk memberikan efek jera bagi narapidana (napi), justru berubah menjadi markas besar tindak kejahatan.

 

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak,” tegasnya.

 

Pada dasarnya, kata Siagian, setiap tindakan yang berlaku di Lapas sudah sepatutnya diarahkan demi pembelajaran dan penyiapan mental warga negara yang berkarakter.

 

“Permasalahan ini terlihat pelik memang, tetapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,”tegasnya.

 

Hanya saja, prinsip ini akan benar-benar berfungsi ketika semua pihak berkomitmen untuk melakukan reformasi hukum secara menyeluruh.

 

Di samping itu, pendidikan yang baik dalam berbagai level turut memegang peranan penting dalam menciptakan warga negara yang memiliki moral dan mental baik.

 

Menurut Siagian, kejahatan bukanlah hal baru. Meski tempat dan waktunya berlainan, tetapi tetap saja modusnya hampir sama. Aksi kejahatan, terutama di kota-kota besar semakin meningkat.

 

Upaya penanggulangan kejahatan telah dilakukan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

 

“Upaya penanggulangan kejahatan mencakup aktivitas preventif dan sekaligus berupaya memperbaiki perilaku seseorang yang telah dinyatakan bersalah (sebagai seorang narapidana) di Lembaga Pemasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara preventif dan represif,” tegasnya.

 

Sebenarnya, upaya preventif bertujuan mencegah terjadinya kejahatan. Mencegah kejahatan lebih baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, sebagaimana semboyan dalam kriminologi yaitu usaha-usaha memperbaiki penjahat perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan.

 

“Sangat beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis,” ujarnya. (m49)

 



Tags: Waspada  Medan  Kriminal  
 

Internasional

Polisi Tembak Pasutri Terl...

MEDAN (Waspada): Reskrim Unit Ranmor Polresta Medan m...

Eldin: Mari Ciptakan Medan...

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin, MS...

BPOM Temukan Lengkong Berf...

MEDAN (Waspada): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (B...

Pelayanan PLN Kasus Menon...

MEDAN (Waspada) : Pemadaman yang dilalukan PT (Perser...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada