Top Stories

Poldasu Gerebek Rumah Di Grand Polonia
Tiga Wakil Ketua DPRD Medan Tinjau GNM
Jangan Keluar Rumah Pada Malam Hari
Izin 56 Perusahaan Terancam Dicabut
Cetak Uang Palsu Untuk Beli Sabu

Opini

Pengamat: Wibawa KPK Runtuh

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Surya Adinata menilai, saat ini wibawa Kom...

Polemik PPP, Fadly Nurzal Bingung Djan Faridz Pecat Sejumlah Kader

MEDAN (Waspada): Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadli Nurzal, mengaku bingung. K...

Poldasu Gerebek Rumah Di Grand Polonia

MEDAN (Waspada): Tim Subdit IV/Renakta Polda Sumut menggerebek satu rumah di Perumahan Grand Polonia...

Tiga Wakil Ketua DPRD Medan Tinjau GNM

MEDAN (Waspada): Tiga Wakil Ketua DPRD Medan meninjau Gedung Nasional Medan (GNM) di Jl. Sutomo, Sen...

Jangan Keluar Rumah Pada Malam Hari

MEDAN (Waspada): Pesan broadcast (siaran) di blackberry messenger (BBM) tentang adanya aksi balas de...

Izin 56 Perusahaan Terancam Dicabut

MEDAN (Waspada): Izin 56 perusahaan di Sumatera Utara, terancam dicabut Badan Koordinasi Penanaman M...

Cetak Uang Palsu Untuk Beli Sabu

MEDAN (Waspada): Aparat Polsek Medan Barat, dipimpin Kompol Siswandi, SIK dan Kanit Reskrim AKP Seme...

Mimbar Jumat

Pengamat: Wibawa ...

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Bant...

Polemik PPP, Fadl...

MEDAN (Waspada): Ketua DPW Partai P...

Poldasu Gerebek R...

MEDAN (Waspada): Tim Subdit IV/Rena...

Tiga Wakil Ketua ...

MEDAN (Waspada): Tiga Wakil Ketua D...

Lentera

Pengamat: Wibawa ...

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Bant...

Polemik PPP, Fadl...

MEDAN (Waspada): Ketua DPW Partai P...

Poldasu Gerebek R...

MEDAN (Waspada): Tim Subdit IV/Rena...

Tiga Wakil Ketua ...

MEDAN (Waspada): Tiga Wakil Ketua D...

Lentera Ramadhan

Pengamat: Wibawa ...

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Bant...

Polemik PPP, Fadl...

MEDAN (Waspada): Ketua DPW Partai P...

Poldasu Gerebek R...

MEDAN (Waspada): Tim Subdit IV/Rena...

Tiga Wakil Ketua ...

MEDAN (Waspada): Tiga Wakil Ketua D...

Banner
Hukuman Tidak Berikan Efek Jera
Articles | Medan
Written by muhammad faisal on Saturday, 18 May 2013 04:46   
Share

MEDAN (Waspada) : Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan terasa semakin mengkhawatirkan. Setiap hari, ada saja warga yang menjadi korban kejahatan.

“Sepertinya, hukuman dan pembinaaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tidak memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Bahkan, setelah keluar penjara tindakannya semakin ganas dan sadis,” kata praktisi hukumSumuteraUtara Abdul Hakim Siagian, SH, M.Hum kepada Waspada terkait meningkatnya aksi kejahatan di Sumut, Jumat (17/5).

 

Menurut Siagian, hukuman dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan telah gagal menekan angka kejahatan di negeri ini. Kejahatan terus meningkat di mana saja, kapan saja dan korbannya siapa saja.

 

Selain akibat kedua faktor tersebut, persoalan ekonomi dan rendahnya intelektual serta pendidikan agama juga menjadi salah satu pemicunya.

 

Sementara, institusi Polri yang bertanggungjawab menjamin Kamtibmas terkesan kewalahan menekan aksi kejahatan.

 

Penerapan program deteksi dini terhadap aksi kejahatan, belum dilakukan secara maksimal.

 

“Polisi tidak selalu bisa hadir saat peristiwa kejahatan terjadi. Karena itu, kegiatan patroli keliling perlu ditingkatkan. Sehingga, bisa dengan mudah mendeteksi gejala kejahatan di masyarakat,” kata Siagian seraya menambahkan, memberantas kejahatan bukan hanya tugas polisi, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

 

Pertama, harus dilakukan upaya mencegah tindak kejahatan dengan membasmi penyakit masyarakat seperti judi, narkoba dan miras.

 

“Ketiga penyakit masyarakat ini memicu atau mendorong orang melakukan kejahatan,” tegasnya.

 

Karena itu, polisi harus meningkatkan hubungan sosial dengan masyarakat agar ketiga penyakit masyarakat itu dengan mudah diberantas.

 

“Polisi bisa melakukan itu dengan cara sangat sederhana seperti melakukan pertemuan rutin dengan masyarakat atau menggelar perlombaan. Ini akan menciptakan suasana yang kondusif dan meningkatkan hubungan emosional antara masyarakat dan polisi,” ungkapnya.

 

Sebab, hukuman dan penjara yang selama ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya, ternyata hanya mimpi.

 

Penjara atau lebih dikenal dengan sebutan Lapas, seolah mengalami pergeseran fungsi. Di tengah kasus kriminalitas dan hukum yang membanjir di negeri ini, penjara yang semestinya difungsikan untuk memberikan efek jera bagi narapidana (napi), justru berubah menjadi markas besar tindak kejahatan.

 

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak,” tegasnya.

 

Pada dasarnya, kata Siagian, setiap tindakan yang berlaku di Lapas sudah sepatutnya diarahkan demi pembelajaran dan penyiapan mental warga negara yang berkarakter.

 

“Permasalahan ini terlihat pelik memang, tetapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,”tegasnya.

 

Hanya saja, prinsip ini akan benar-benar berfungsi ketika semua pihak berkomitmen untuk melakukan reformasi hukum secara menyeluruh.

 

Di samping itu, pendidikan yang baik dalam berbagai level turut memegang peranan penting dalam menciptakan warga negara yang memiliki moral dan mental baik.

 

Menurut Siagian, kejahatan bukanlah hal baru. Meski tempat dan waktunya berlainan, tetapi tetap saja modusnya hampir sama. Aksi kejahatan, terutama di kota-kota besar semakin meningkat.

 

Upaya penanggulangan kejahatan telah dilakukan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

 

“Upaya penanggulangan kejahatan mencakup aktivitas preventif dan sekaligus berupaya memperbaiki perilaku seseorang yang telah dinyatakan bersalah (sebagai seorang narapidana) di Lembaga Pemasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara preventif dan represif,” tegasnya.

 

Sebenarnya, upaya preventif bertujuan mencegah terjadinya kejahatan. Mencegah kejahatan lebih baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, sebagaimana semboyan dalam kriminologi yaitu usaha-usaha memperbaiki penjahat perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan.

 

“Sangat beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis,” ujarnya. (m49)

 



Tags: Waspada  Medan  Kriminal  
 

Internasional

Rupiah Terpuruk Karena Ter...

MEDAN (Waspada): Rupiah terpuruk karena Indonesia ter...

Pengamat: Wibawa KPK Runtu...

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Me...

Polemik PPP, Fadly Nurzal ...

MEDAN (Waspada): Ketua DPW Partai Persatuan Pembangun...

Poldasu Gerebek Rumah Di G...

MEDAN (Waspada): Tim Subdit IV/Renakta Polda Sumut me...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada