Top Stories

5.000 Buruh Gelar Aksi May Day, Hari Ini
Seakan Tidak Ada Beda Mahasiswa Dengan Sopir Angkot
Jalan Willem Iskandar Memprihatinkan
Pemko Diminta Fokus Benahi Aset Bangunan Bersejarah
Pencurian BBM Marak Bukti Penegakan Hukum Lemah

Opini

Pangkalan Elpiji Terancam Gulung Tikar

BELAWAN (Waspada): Pangkalan elpiji 3 kg terancam gulung tikar. Pasalnya, setelah aparat berhasil me...

Perlu Ditelusuri Dugaan Konspirasi Pengalihan Aset

MEDAN (Waspada): Ketua Pusat Studi Hukum Dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) Medan Muslim Muis menila...

5.000 Buruh Gelar Aksi May Day, Hari Ini

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen serikat buruh di Sumut berencana menggelar aksi unjukrasa dalam ran...

Seakan Tidak Ada Beda Mahasiswa Dengan Sopir Angkot

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) berteriak sambil mengeluarkan kepala...

Jalan Willem Iskandar Memprihatinkan

MEDAN (Waspada): Kondisi Jl.Willem Iskandar sangat memprihatinkan. Bukan saja rusak parah, tapi juga...

Pemko Diminta Fokus Benahi Aset Bangunan Bersejarah

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta fokus saja dahulu untuk mendata dan membenahi...

Pencurian BBM Marak Bukti Penegakan Hukum Lemah

BELAWAN (Waspada): Aksi kejahatan ekonomi berupa pencurian BBM atau yang disebut “siong” marak di se...

Mimbar Jumat

Pangkalan Elpiji ...

BELAWAN (Waspada): Pangkalan elpiji...

Perlu Ditelusuri ...

MEDAN (Waspada): Ketua Pusat Studi ...

5.000 Buruh Gelar...

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen se...

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Lentera

Pangkalan Elpiji ...

BELAWAN (Waspada): Pangkalan elpiji...

Perlu Ditelusuri ...

MEDAN (Waspada): Ketua Pusat Studi ...

5.000 Buruh Gelar...

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen se...

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Lentera Ramadhan

Pangkalan Elpiji ...

BELAWAN (Waspada): Pangkalan elpiji...

Perlu Ditelusuri ...

MEDAN (Waspada): Ketua Pusat Studi ...

5.000 Buruh Gelar...

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen se...

Seakan Tidak Ada ...

“WOI… cepat kau jalan !.”Seorang an...

Banner
Hukuman Tidak Berikan Efek Jera
Articles | Medan
Written by muhammad faisal on Saturday, 18 May 2013 04:46   
Share

MEDAN (Waspada) : Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan terasa semakin mengkhawatirkan. Setiap hari, ada saja warga yang menjadi korban kejahatan.

“Sepertinya, hukuman dan pembinaaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) tidak memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Bahkan, setelah keluar penjara tindakannya semakin ganas dan sadis,” kata praktisi hukumSumuteraUtara Abdul Hakim Siagian, SH, M.Hum kepada Waspada terkait meningkatnya aksi kejahatan di Sumut, Jumat (17/5).

 

Menurut Siagian, hukuman dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan telah gagal menekan angka kejahatan di negeri ini. Kejahatan terus meningkat di mana saja, kapan saja dan korbannya siapa saja.

 

Selain akibat kedua faktor tersebut, persoalan ekonomi dan rendahnya intelektual serta pendidikan agama juga menjadi salah satu pemicunya.

 

Sementara, institusi Polri yang bertanggungjawab menjamin Kamtibmas terkesan kewalahan menekan aksi kejahatan.

 

Penerapan program deteksi dini terhadap aksi kejahatan, belum dilakukan secara maksimal.

 

“Polisi tidak selalu bisa hadir saat peristiwa kejahatan terjadi. Karena itu, kegiatan patroli keliling perlu ditingkatkan. Sehingga, bisa dengan mudah mendeteksi gejala kejahatan di masyarakat,” kata Siagian seraya menambahkan, memberantas kejahatan bukan hanya tugas polisi, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

 

Pertama, harus dilakukan upaya mencegah tindak kejahatan dengan membasmi penyakit masyarakat seperti judi, narkoba dan miras.

 

“Ketiga penyakit masyarakat ini memicu atau mendorong orang melakukan kejahatan,” tegasnya.

 

Karena itu, polisi harus meningkatkan hubungan sosial dengan masyarakat agar ketiga penyakit masyarakat itu dengan mudah diberantas.

 

“Polisi bisa melakukan itu dengan cara sangat sederhana seperti melakukan pertemuan rutin dengan masyarakat atau menggelar perlombaan. Ini akan menciptakan suasana yang kondusif dan meningkatkan hubungan emosional antara masyarakat dan polisi,” ungkapnya.

 

Sebab, hukuman dan penjara yang selama ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya, ternyata hanya mimpi.

 

Penjara atau lebih dikenal dengan sebutan Lapas, seolah mengalami pergeseran fungsi. Di tengah kasus kriminalitas dan hukum yang membanjir di negeri ini, penjara yang semestinya difungsikan untuk memberikan efek jera bagi narapidana (napi), justru berubah menjadi markas besar tindak kejahatan.

 

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak,” tegasnya.

 

Pada dasarnya, kata Siagian, setiap tindakan yang berlaku di Lapas sudah sepatutnya diarahkan demi pembelajaran dan penyiapan mental warga negara yang berkarakter.

 

“Permasalahan ini terlihat pelik memang, tetapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,”tegasnya.

 

Hanya saja, prinsip ini akan benar-benar berfungsi ketika semua pihak berkomitmen untuk melakukan reformasi hukum secara menyeluruh.

 

Di samping itu, pendidikan yang baik dalam berbagai level turut memegang peranan penting dalam menciptakan warga negara yang memiliki moral dan mental baik.

 

Menurut Siagian, kejahatan bukanlah hal baru. Meski tempat dan waktunya berlainan, tetapi tetap saja modusnya hampir sama. Aksi kejahatan, terutama di kota-kota besar semakin meningkat.

 

Upaya penanggulangan kejahatan telah dilakukan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

 

“Upaya penanggulangan kejahatan mencakup aktivitas preventif dan sekaligus berupaya memperbaiki perilaku seseorang yang telah dinyatakan bersalah (sebagai seorang narapidana) di Lembaga Pemasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara preventif dan represif,” tegasnya.

 

Sebenarnya, upaya preventif bertujuan mencegah terjadinya kejahatan. Mencegah kejahatan lebih baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, sebagaimana semboyan dalam kriminologi yaitu usaha-usaha memperbaiki penjahat perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan.

 

“Sangat beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis,” ujarnya. (m49)

 



Tags: Waspada  Medan  Kriminal  
 

Internasional

Pengusaha SPBU Harus Beran...

BELAWAN (Waspada): Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ed...

Pangkalan Elpiji Teranca...

BELAWAN (Waspada): Pangkalan elpiji 3 kg terancam gul...

Perlu Ditelusuri Dugaan K...

MEDAN (Waspada): Ketua Pusat Studi Hukum Dan Pembahar...

5.000 Buruh Gelar Aksi May...

MEDAN (Waspada): Sejumlah elemen serikat buruh di Sum...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada