Top Stories

Diskriminasi Pemko Picu Kemarahan Umat
BNN Sita Transaksi Di Laut
Anak Sekarang Banyak ‘Diasuh’ TV
Besok, Pemko Gelar Zikir Di Lapangan Merdeka
Medan Kota Termacat Ke-8 Di Indonesia

Opini

Mayat Wanita Di Jalan Tol

MEDAN (Waspada): Sesosok mayat wanita, disebut-sebut bernama Mawarni ,23, warga Jl. Kawat V, Kel Mab...

Gatot-Erry Harmonis Pimpin Sumut

MEDAN ( Waspada):  Wagubsu HT Erry Nuradi menegaskan roda pemerintahan di Provinsi Sumatera Utara, y...

Diskriminasi Pemko Picu Kemarahan Umat

MEDAN (Waspada): Diskriminasi yang dipertontonkan Pemko Medan terkait pendirian rumah ibadah akan me...

BNN Sita Transaksi Di Laut

MEDAN (Waspada): Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan BNNP Sumut mengungkap jaringan pe...

Anak Sekarang Banyak ‘Diasuh’ TV

MEDAN (Waspada): Banyak orangtua membiarkan anaknya yang masih usia dini berjamjam berada di depan l...

Besok, Pemko Gelar Zikir Di Lapangan Merdeka

MEDAN (Waspada): Pemko Medan akan menggelar zikir dan doa serta tausyiah agama dalam rangka memeriah...

Medan Kota Termacat Ke-8 Di Indonesia

JAKARTA (Waspada): Kementerian Perhubungan (Kemenhub),belum lama ini merilis kota-kota termacat atau...

Mimbar Jumat

Mayat Wanita Di J...

MEDAN (Waspada): Sesosok mayat wani...

Gatot-Erry Harmon...

MEDAN ( Waspada):  Wagubsu HT Erry ...

Diskriminasi Pemk...

MEDAN (Waspada): Diskriminasi yang ...

BNN Sita Transaks...

MEDAN (Waspada): Badan Narkotika Na...

Lentera

Mayat Wanita Di J...

MEDAN (Waspada): Sesosok mayat wani...

Gatot-Erry Harmon...

MEDAN ( Waspada):  Wagubsu HT Erry ...

Diskriminasi Pemk...

MEDAN (Waspada): Diskriminasi yang ...

BNN Sita Transaks...

MEDAN (Waspada): Badan Narkotika Na...

Lentera Ramadhan

Mayat Wanita Di J...

MEDAN (Waspada): Sesosok mayat wani...

Gatot-Erry Harmon...

MEDAN ( Waspada):  Wagubsu HT Erry ...

Diskriminasi Pemk...

MEDAN (Waspada): Diskriminasi yang ...

BNN Sita Transaks...

MEDAN (Waspada): Badan Narkotika Na...

Banner
Ratusan Guru Demo Kantor Diknas
Articles | Medan
Written by muhammad faisal on Thursday, 30 May 2013 05:43   
Share

MEDAN (Waspada): Ratusan guru yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Guru Sumatera Utara (FKGS) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan Jln. Pelita IV, Kel Sidorame Barat II, Kec. Medan Perjuangan, Rabu (29/5) sekira pukul 10:00.

 

Mereka berusaha menemui Kepala Dinas Pendidikan Parluhutan untuk meminta pertanggungjawabannya karena sudah lima bulan tunjangan profesi mereka belum juga dibayarkan. Namun, setelah dicari di setiap ruangan, Parluhutan tidak berada di kantornya.

 

Pantauan Waspada di lapangan, ratusan massa yang berasal dari guru SD, SMP, SMA dan SMK datang ke kantor Diknas Kota Medan dengan menggunakan seragam seraya membawa sejumlah poster. Kehadiran para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu dikawal ketat oleh petugas Polsek Medan Timur dan Unit Lantas Polsek Medan Timur yang dipimpin langsung oleh AKP Sawangin Manurung sehingga arus lalulintas terpaksa dialihkan.

 

Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Sumatera Utara Marudut Siringoringo SPd, dalam orasinya menyebutkan, selama lima bulan tunjangan profesi guru belum juga dibayarkan kepada ribuan guru. Tunjangan guru yang belum dibayar yakni dua bulan (November-Desember) untuk tahun 2012 dan tiga bulan (Januari-Maret) untuk tahun 2013.

 

“Aksi ini tidak akan berhenti sebelum Parluhutan (Kadisdiknas) mengeluarkan Surat Perintah Membayar (SPM) tunjangan sertifikasi, apabila hari ini segera tidak dibayarkan, maka selama tiga hari kami akan terus melakukan aksi unjukrasa damai dengan massa jauh lebih banyak lagi. Aksi ini akan berlangsung selama tiga hari,” tuturnya.

 

Selain itu, tambah Marudut, bantuan kesejahteraan guru dari APBD Sumut selama dua tahun belum juga diterima oleh guru di Sumatera Utara khususnya dan di Medan umumnya. Belum lagi kebijakan yang diskriminatif terhadap guru yakni Tunjangan Daerah Kota Medan.

 

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Medan No 3 tahun 2011 telah ditetapkan bahwa Pemko Medan memberikan tunjangan tambahan penghasilan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemko Medan kecuali guru.

 

“Kebijakan yang dilakukan oleh Pemko Medan itu merupakan kebijakan diskriminatif yang menimbulkan kekecewaan bagi para guru,” ujarnya.

 

Dia juga mempertanyakan diberlakukannya sistem data pokok pendidik (Dapodik) sebagai salah satu syarat untuk pencairan sertifikasi tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

 

“Dapodik diberlakukan untuk mempersulit pencairan tunjangan sertifikasi,” sebutnya.

 

Marudut meminta Kasubbag Kepegawaian Alfiansyah Purba dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak becus menjalankan tugas dan fungsinya.

 

“Copot dia (Alfiansyah) karena kerjanya tidak ada yang becus,” katanya.

 

Permasalahan lainnya yang terjadi di Dinas Pendidikan KotaMedan, tambah seorang guru, adalah bagaimana mungkin guru yang sudah pensiun dan meninggal tetap mendapatkan Surat Keterangan Direktur Jenderal (SK Dirjen). SK Dirjen merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan uang tunjangan sertifikasi.

 

Namun hal ini terjadi di SMA Negeri 17 Medan, tiga guru yang telah pensiun serta dua guru yang telah meninggal dunia (almarhum) tetap dikeluarkan SK Dirjen, anehnya guru yang masih aktif belum juga di terbitkan SK Dirjen.

 

“Bagaimana mungkin yang sudah pensiun dan meninggal diterbitkan SK Dirjen,” ujar seorang guru SMAN 17.

 

Sedangkan Wakil Ketua FKGSU Gokman Sianturi dalam orasinya mengatakan, dana tunjangan sertifikasi sudah ada di Biro Keuangan Pemko Medan sejak bulan Februari lalu, Biro Keuangan belum bisa membayarnya karena berkasnya belum sampai.

 

“Informasi ini didapat dari Kepala Bagian Keuangan,” katanya.

 

Sebelumnya FKGSU sudah berulang kali melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Parluhutan. Ketika itu Parluhutan berjanji akan mencairkan uang tunjangan sertifikasi pada minggu ke dua bulan Mei, namun hingga kini uang tersebut tidak kunjung dicairkan.

 

Setelah melakukan aksi selama kurang lebih 2 jam, Parluhutan tidak juga menemui para guru yang melakukan aksi, untuk itu sejumlah guru sempat mencoba menjemput Kadis ke ruangannya dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, namun yang bersangkutan tidak ada ditempat.

 

Usai itu massa guru membubarkan diri dengan agenda berikutnya pada hari ini Kamis (30/5), akan melakukan aksi demo ke Kantor Wali Kota Medan dengan massa yang lebih banyak lagi.

 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Parluhutan Hasibuan ketika dikonfirmasi mengatakan, proses tunjangan sertifikasi akan dicairkan secepatnya.

 

“Uangnya sudah ada dan tinggal mencairkannya. Dalam waktu dekat kita cairkan namun sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dari pusat,” katanya.

 

Menurut dia, pembayaran tunjangan sertifikasi guru untuk tahun 2013 ini berdasarkan kepada guru yang sudah mendapatkan SK Dirjen, dan kalau tidak ada maka tidak bisa dibayarkan.

 

“Kami merealisasikannya secara bertahap sesuai surat keputusan tunjangan profesi (SKTP). Permasalahannya, SKTP ini berdasarkan pada mekanisme kerja data pokok pendidikan (dapodik) itu sistem yang diberlakukan pusat, setiap tunjangan yang diberikan pusat baik itu tunjangan sertifikasi, kualifikasi belajar guru itu diperoleh dari data dapodik tadi. Guru-guru ternyata banyak yang tidak penuhi standar 24 jam, makanya SKTP belum keluar,” tuturnya. (h04/m37/m50)



Tags: Waspada  Medan  Guru  Demo  
 

Internasional

1 Muharram Momentum Intros...

MEDAN (Waspada): Kepala Kantor Kementerian Agama Sumu...

Mayat Wanita Di Jalan Tol ...

MEDAN (Waspada): Sesosok mayat wanita, disebut-sebut ...

Gatot-Erry Harmonis Pimpin...

MEDAN ( Waspada):  Wagubsu HT Erry Nuradi menegaskan ...

Diskriminasi Pemko Picu Ke...

MEDAN (Waspada): Diskriminasi yang dipertontonkan Pem...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada