Top Stories

Pemko Ngotot Terbitkan IMB Centre Point
Pemko Abaikan Perda Dan UU
Pemko Medan ‘Pelihara’ Vihara Bermasalah
Selamatkan Gedung Nasional
Kejagung Tahan Kasubbag Program Jurusan Farmasi USU

Opini

12 Pencari Suaka Terlantar Di Belawan

BELAWAN (Waspada): 12 Orang asal Myanmar dan Srilanka yang akan mencari suaka ke negara ketiga terla...

Hasrul Azwar: Tolong Jangan Lihat Meja Yang Terbalik

MEDAN (Waspada):  Sikap emosional  Hasrul Azwar dan anggota Fraksi PPP DPR RI yang menggulingkan dua...

Pemko Ngotot Terbitkan IMB Centre Point

MEDAN (Waspada): Meski menuai kecaman dari berbagai pihak, namun  Pemerintah Kota (Pemko) Medan teta...

Pemko Abaikan Perda Dan UU

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengabaikan Peraturan Daerah (Perda) maupun undangund...

Pemko Medan ‘Pelihara’ Vihara Bermasalah

MEDAN (Waspada): Ketua Umum Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Drs. H. Leo Imsar Adna...

Selamatkan Gedung Nasional

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota Medan meminta kepada pihak yayasan agar menyelamatkan dan menjaga G...

Kejagung Tahan Kasubbag Program Jurusan Farmasi USU

MEDAN (Waspada): Kejaksaan Agung konsisten menuntaskan penyidikan dugaan korupsi di Universitas Suma...

Mimbar Jumat

12 Pencari Suaka ...

BELAWAN (Waspada): 12 Orang asal My...

Hasrul Azwar: Tol...

MEDAN (Waspada):  Sikap emosional  ...

Pemko Ngotot Terb...

MEDAN (Waspada): Meski menuai kecam...

Pemko Abaikan Per...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Lentera

12 Pencari Suaka ...

BELAWAN (Waspada): 12 Orang asal My...

Hasrul Azwar: Tol...

MEDAN (Waspada):  Sikap emosional  ...

Pemko Ngotot Terb...

MEDAN (Waspada): Meski menuai kecam...

Pemko Abaikan Per...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Lentera Ramadhan

12 Pencari Suaka ...

BELAWAN (Waspada): 12 Orang asal My...

Hasrul Azwar: Tol...

MEDAN (Waspada):  Sikap emosional  ...

Pemko Ngotot Terb...

MEDAN (Waspada): Meski menuai kecam...

Pemko Abaikan Per...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Banner
BNN Incar Tempat Hiburan Malam
Articles | Medan
Written by muhammad faisal on Friday, 07 June 2013 06:36   
Share

MEDAN (Waspada) : Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut mulai mengincar sejumlah tempat hiburan malam di Medan sebagai upaya mencegah peredaran narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).

 

Kepala BNN Provinsi Sumut Kombes Pol. Rudy Tranggono mengatakan itu kepada Waspada, Rabu (5/6), terkait maraknya peredaran narkoba di sejumlah lokasi hiburan malam di Kota Medan serta wilayah lainnya di Sumut.

 

“Kita memang sudah merencanakan itu dan ada dalam agenda. Tetapi kapan waktunya dan dimana lokasinya akan disampaikan nanti setelah operasi dilakukan,” kata dia.

 

Saat ini, kata Rudy, razia dan penggeledahan di tempat hiburan malam akan melibatkan petugas kepolisian.

 

“Ya, sementara ini akan bekerjasama dengan polisi, karena tugas kita bukan hanya melakukan penggeledahan, tetapi juga melakukan tes urine,” ujarnya.

 

Ke depan, BNN Provinsi akan melakukan penggeledahan sendiri.

 

“Sekarang ini BNN belum memiliki alat pendukung untuk tes urine. Namun setelah ada alat-alat pendukung, BNN sudah bisa melakukan penggeledahan dan penggerebekan sendiri,” katanya seraya menambahkan, untuk proses penyidikan hingga pelimpahan berkas perkara, tetap ditangani BNN Provinsi.

 

Menurut Rudy, penggeledahan di tempat hiburan malam akan dilakukan sesuai mekanisme yang biasa dilakukan penegak hukum lainnya.

 

“Kita akan bekali anggota dengan surat perintah penggeledahan, juga surat penahanan jika ada bukti narkoba dari orang-orang yang digeledah,” kata mantan Direktur Dit Narkoba Polda Bangka Belitung dan Ka. BNN Provinsi Babel itu.

 

Dia menjelaskan, BNN Provinsi memilikii empat bidang, yaitu tata usaha, pencegahan dan advokasi, pemberian informasi serta penindakan. Dari empat bidang itu terbagi lagi beberapa sub, misalnya bidang pemberdayaan masyarakat.

 

Pada bagian ini, BNN melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkoba, seperti membentuk kelompok atau komunitas anti narkoba. Juga pemberdayaan alternatif, seperti rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Hanya saja, kata Rudy, BNN Provinsi belum memilki pusat rehabilitasi sendiri.

 

“Kami berharap Pemda memperhatikan masalah ini, karena masalah narkoba tidak bisa dianggap main-main,” kata dia.

 

Ditanya narkoteterorisme, atau narkoba untuk kegiatan terorisme, Rudy mengakui hal itu memang benar ada. Para pelaku melakukan perampokan kemudian membeli narkoba di Malaysia dan dijual lagi di Indonesia.

 

“Hasil penjualan narkoba itu kemudian dimanfaatkan untuk pelatihan-pelatihan terorisme,” sebutnya.

 

Diskotek Mini

 

Sementara itu, pantauan Waspada di lapangan Rabu (5/ 6) malam, aktivitas diskotek mini di sejumlah karaoke mulai berkurang. Namun salah satu karaoke di Yanglim Plaza Jln. Emas Medan, tetap mengalihfungsikan sejumlah ruangannya menjadi diskotek mini.

 

Informasi yang diperoleh Waspada, hampir setiap malam ada ruangan karaoke di Yanglim Plaza yang disalahgunakan menjadi diskotek mini. Alih fungsi ruangan karaoke tersebut patut dicurigai menjadi tempat peredaran narkoba. Sebab, pengunjungnya tidak lagi bernyanyi diiringi irama lagu. Mereka hanya memutar musik disko (house music) tanpa henti hingga berjam-jam.

 

Selain dicurigai sebagai tempat peredaran narkoba, karaoke di gedung Yanglim Plaza tersebut diduga menjadi lokasi praktik prostitusi. Sejumlah pengunjung mengaku pernah menyaksikan tarian erotis di karaoke tersebut.

 

Sebagaimana dikatakan Edi, warga Medan yang pernah mengunjungi karaoke tersebut.

 

“Saat kita masuk, biasanya ada orang yang menawari cewek untuk teman bernyanyi. Setelah itu, kita bernegosiasi dengan cewek itu. Jika cocok harga, mereka akan bersedia untuk menari erotis,” ujarnya.

 

Namun Edi tidak mengetahui pasti, apakah penari erotis tersebut disediakan pihak pengelola karaoke atau didatangkan dari luar tempat hiburan malam itu.

 

“Aku kurang tahu persis darimana datangnya penari erotis itu. Bisa saja cewek-cewek itu dari luar karaoke. Tapi kalau mau membongkar praktik prostitusi itu, tentu harus dilakukan penggerebekan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Anggota DPRD Medan menyoroti lemahnya kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam. Akibatnya, banyak tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba dan praktik prostitusi.(m27)



Tags: Waspada  Medan  Diskotek  Mini  BNN  narkoba  
 

Internasional

Pengungsi Sinabung Butuh R...

MEDAN (Waspada): Sebanyak 3.284 pengungsi erupsi Gunu...

12 Pencari Suaka Terlantar...

BELAWAN (Waspada): 12 Orang asal Myanmar dan Srilanka...

Hasrul Azwar: Tolong Janga...

MEDAN (Waspada):  Sikap emosional  Hasrul Azwar dan a...

Pemko Ngotot Terbitkan IMB...

MEDAN (Waspada): Meski menuai kecaman dari berbagai p...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada