Opini

Pariwisata Terpuruk

LIMAPULUH (Waspada): Pariwisata di Kabupaten Batubara terpuruk. Sejumlah obyek wisata yang ada di k...

Teroris Istilah Penguasa Zalim

TEBINGTINGGI (Waspada): Anggota Komisi IIIDPR-RI Raden Muhammad Syafii alias Romo mengatakan, kata ...

Pembaca Meter Demo PLN

LUBUKPAKAM (Waspada): Ratusan petugas pembaca meter listrik berunjukrasa ke kantor PLN area Lubukpa...

Gaji Guru Dipotong

LIMAPULUH (Waspada): Kalangan guru honorer status tidak tetap SMA dan SMK di Kab. Batubara mengeluh...

P. Brandan Jorok

P. BRANDAN (Waspada): Parit kanal yang membentang dari pinggiran laut Jl. Babalan hingga ke Jl. Tha...

Pedagang Tuntut Retribusi Pasar Dibatalkan

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Ratusan pedagang tradisional yang selama ini membuka usahanya atau be...

Nelayan Desak Perketat Pengawasan Pukat Tarik

TANJUNGBALAI (Waspada): Nelayan tradisional di Kab. Asahan dan Kota Tanjungbalai mendesak pemeri...

Mimbar Jumat

Pariwisata Terpur...

LIMAPULUH (Waspada): Pariwisata di ...

Teroris Istilah P...

TEBINGTINGGI (Waspada): Anggota Kom...

Pembaca Meter Dem...

LUBUKPAKAM (Waspada): Ratusan petug...

Gaji Guru Dipoton...

LIMAPULUH (Waspada): Kalangan guru ...

Lentera

Pariwisata Terpur...

LIMAPULUH (Waspada): Pariwisata di ...

Teroris Istilah P...

TEBINGTINGGI (Waspada): Anggota Kom...

Pembaca Meter Dem...

LUBUKPAKAM (Waspada): Ratusan petug...

Gaji Guru Dipoton...

LIMAPULUH (Waspada): Kalangan guru ...

Lentera Ramadhan

Pariwisata Terpur...

LIMAPULUH (Waspada): Pariwisata di ...

Teroris Istilah P...

TEBINGTINGGI (Waspada): Anggota Kom...

Pembaca Meter Dem...

LUBUKPAKAM (Waspada): Ratusan petug...

Gaji Guru Dipoton...

LIMAPULUH (Waspada): Kalangan guru ...

Banner
Cukai ‘Dimainkan’, Rokok Dan Miras Disita
Articles | Sumut
Written by muhammad faisal on Monday, 10 June 2013 06:16   
Share

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pematangsiantar dari Juni 2012 sampai Mei 2013 berhasil menyita ribuan bungkus rokok dan ratusan botol minuman yang mengandung etil alkohol dari berbagai lokasi di wilayah kerjanya.

 

Kepala Kantor BPPBC Tipe Pratama Pematangsiantar, Zulkarnain melalui Kepala Sub Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pematangsiantar, Martoji Silaen diruang kerjanya kepada Waspada, Jumat (7/6) mengatakan, kerugian negara dari barang-barang yang berhasil disita tersebut mencapai Rp21 juta lebih atau tepatnya Rp21.867.680.

 

Untuk rokok yang disita, terdiri dari rokok- rokok yang diproduksi pabrik rokok di luar Sumatera dengan berbagai merek. Rokok-rokok tersebut telah menggunakan pita cukai yangtidak sesuai dengan keadaan isi barang yang diproduksi. Hal itu seperti, rokok kretek produksi mesin tetapi menggunakan pita cukai untuk jenis kretek buatan tangan. Jumlah rokok yang disita petugas setelah dihitung 2.821 bungkus.

 

“Perbedaan cukai untuk jenis rokok kretek buatan tangan dengan kretek buatan mesin cukup besar. Cukai rokok kretek buatan tangan lebih kecil dibanding dengan cukai rokok kretek buatan mesin,” jelas Martoji Silaen.

 

Dan untuk minuman botol yang berhasil disita petugas Bea Cukai dari sejumlah lokasi adalah minuman botol mengandung etil alkohol dari berbagai merek dan tidak memiliki cukai. Seluruh barang yang disita kondisinya dalam keadaan baik dan jumlahnya 218 botol. Besar perkiraan, produksi rokok yang telah ‘mempermainkan’ pita cukainya masih cukup banyak beredar di tengah masyarakat.

 

Untuk itu peran serta dari masyarakat menyampaikan informasi atas temuannya di pasaran dalam permainan cukai, sangat diharapkan Kantor Bea Cukai.

 

Ditanya soal sanksi hukum yang dikenakan kepada perusahaan rokok yang sengaja melakukan kecurangan dalam menempelkan pita cukainya pada setiap bungkus produksinya, menurut Martoji Silaen, sebenarnya cukup berat, yaitu selain harus membayar kekurangan dari taksiran cukai yang dikenakan dari setiap produksinya dikali sepuluh kali lipat denda dari total kekurangan yang dikenakan pada taksiran cukai.

 

“Tuntutannya bisa miliaran rupiah harus ditanggung perusahaan rokok yang melakukan permainan pita cukai itu,” tegas Martoji Silaen.

 

Saat ini seluruh barang-barang hasil sitaan petugas Bea Cukai tersebut disimpan di kantor BPPBC Pratama Pematangsiantar menunggu adanya putusan untuk dimusnahkan. (c16/crap)



Tags: Waspada  Sumut  Pematang Siantar  Cukai  Rokok  Miras  KPPBC  
 

Internasional

DPRD Tapsel Datangi PT Ant...

TAPSEL (Waspada): Untuk mengetahui jumlah emas dan pe...

Pariwisata Terpuruk...

LIMAPULUH (Waspada): Pariwisata di Kabupaten Batubara...

Teroris Istilah Penguasa Z...

TEBINGTINGGI (Waspada): Anggota Komisi IIIDPR-RI Rade...

Pembaca Meter Demo PLN...

LUBUKPAKAM (Waspada): Ratusan petugas pembaca meter l...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada