Top Stories

Jamaah Umrah Padati KNIA
Dua Bocah Tewas Tenggelam
Jangan Hanya Ingat Allah Saat Susah
Kakek, Nenek Dan Cucu Tewas Terbakar
Dua Remaja Tewas Di Kolong Truk Di B.Bara

Opini

Deliserdang Raih Belasan Penghargaan Nasional

LUBUKPAKAM (Waspada) : Penghujung tahun 2014, Pemkab Deliserdang di bawah  “duet” kepemimpinan H Ash...

Warga Binjai Temukan Mortir Dan Amunisi Aktif

BINJAI  (Waspada): Satu mortir aktif ditemukan pekerja bangunan di Jl. AR.Hakim, Kel. Nangka Kec. Bi...

Jamaah Umrah Padati KNIA

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): Puluhan jamaah umrah memenuhi terminal keberangkatan Kualanamu Int...

Dua Bocah Tewas Tenggelam

P.BRANDAN (Waspada): Banjir yang melanda Desa Securai Selatan, Kec. Babalan, mengambil korban dua bo...

Jangan Hanya Ingat Allah Saat Susah

P.SIDIMPUAN (Waspada): Al-Ustadz Dr Azhar Sitompul mengungkapkan keimanan setiap orang terus berfluk...

Kakek, Nenek Dan Cucu Tewas Terbakar

P.BRANDAN (Waspada): Sepasang suami istri lanjut usia dan seorang cucunya tewas terpanggang, setelah...

Dua Remaja Tewas Di Kolong Truk Di B.Bara

LIMAPULUH (Waspada): Kecelakaan lalu lintas merenggut dua remaja pengendara kereta terjadi di Jalins...

Mimbar Jumat

Deliserdang Raih ...

LUBUKPAKAM (Waspada) : Penghujung t...

Warga Binjai Temu...

BINJAI  (Waspada): Satu mortir akti...

Jamaah Umrah Pada...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): P...

Dua Bocah Tewas T...

P.BRANDAN (Waspada): Banjir yang me...

Lentera

Deliserdang Raih ...

LUBUKPAKAM (Waspada) : Penghujung t...

Warga Binjai Temu...

BINJAI  (Waspada): Satu mortir akti...

Jamaah Umrah Pada...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): P...

Dua Bocah Tewas T...

P.BRANDAN (Waspada): Banjir yang me...

Lentera Ramadhan

Deliserdang Raih ...

LUBUKPAKAM (Waspada) : Penghujung t...

Warga Binjai Temu...

BINJAI  (Waspada): Satu mortir akti...

Jamaah Umrah Pada...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): P...

Dua Bocah Tewas T...

P.BRANDAN (Waspada): Banjir yang me...

Banner
Cukai ‘Dimainkan’, Rokok Dan Miras Disita
Articles | Sumut
Written by muhammad faisal on Monday, 10 June 2013 06:16   
Share

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pematangsiantar dari Juni 2012 sampai Mei 2013 berhasil menyita ribuan bungkus rokok dan ratusan botol minuman yang mengandung etil alkohol dari berbagai lokasi di wilayah kerjanya.

 

Kepala Kantor BPPBC Tipe Pratama Pematangsiantar, Zulkarnain melalui Kepala Sub Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pematangsiantar, Martoji Silaen diruang kerjanya kepada Waspada, Jumat (7/6) mengatakan, kerugian negara dari barang-barang yang berhasil disita tersebut mencapai Rp21 juta lebih atau tepatnya Rp21.867.680.

 

Untuk rokok yang disita, terdiri dari rokok- rokok yang diproduksi pabrik rokok di luar Sumatera dengan berbagai merek. Rokok-rokok tersebut telah menggunakan pita cukai yangtidak sesuai dengan keadaan isi barang yang diproduksi. Hal itu seperti, rokok kretek produksi mesin tetapi menggunakan pita cukai untuk jenis kretek buatan tangan. Jumlah rokok yang disita petugas setelah dihitung 2.821 bungkus.

 

“Perbedaan cukai untuk jenis rokok kretek buatan tangan dengan kretek buatan mesin cukup besar. Cukai rokok kretek buatan tangan lebih kecil dibanding dengan cukai rokok kretek buatan mesin,” jelas Martoji Silaen.

 

Dan untuk minuman botol yang berhasil disita petugas Bea Cukai dari sejumlah lokasi adalah minuman botol mengandung etil alkohol dari berbagai merek dan tidak memiliki cukai. Seluruh barang yang disita kondisinya dalam keadaan baik dan jumlahnya 218 botol. Besar perkiraan, produksi rokok yang telah ‘mempermainkan’ pita cukainya masih cukup banyak beredar di tengah masyarakat.

 

Untuk itu peran serta dari masyarakat menyampaikan informasi atas temuannya di pasaran dalam permainan cukai, sangat diharapkan Kantor Bea Cukai.

 

Ditanya soal sanksi hukum yang dikenakan kepada perusahaan rokok yang sengaja melakukan kecurangan dalam menempelkan pita cukainya pada setiap bungkus produksinya, menurut Martoji Silaen, sebenarnya cukup berat, yaitu selain harus membayar kekurangan dari taksiran cukai yang dikenakan dari setiap produksinya dikali sepuluh kali lipat denda dari total kekurangan yang dikenakan pada taksiran cukai.

 

“Tuntutannya bisa miliaran rupiah harus ditanggung perusahaan rokok yang melakukan permainan pita cukai itu,” tegas Martoji Silaen.

 

Saat ini seluruh barang-barang hasil sitaan petugas Bea Cukai tersebut disimpan di kantor BPPBC Pratama Pematangsiantar menunggu adanya putusan untuk dimusnahkan. (c16/crap)



Tags: Waspada  Sumut  Pematang Siantar  Cukai  Rokok  Miras  KPPBC  
 

Internasional

Soal Angkutan Galian C, Di...

DELISERDANG (Waspada): Tokoh masyarakat Deliserdang D...

Deliserdang Raih Belasan P...

LUBUKPAKAM (Waspada) : Penghujung tahun 2014, Pemkab ...

Warga Binjai Temukan Morti...

BINJAI  (Waspada): Satu mortir aktif ditemukan pekerj...

Jamaah Umrah Padati KNIA...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): Puluhan jamaah umra...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada