Top Stories

KNIA Masuk 24 Besar Dunia Versi ASQ
Erupsi Sinabung, Industri Pariwisata Karo Rugi Puluhan Miliar Rupiah
Illegal Logging Marak Di Palas
Solar Di Jalinsum Sergai Kosong Kenek Bus Bogem Operator SPBU
Ujian CPNS Di Kota Binjai Lancar

Opini

Sehari 2 Kali Lahar Dingin

TIGANDERKET (Waspada): Sehari dua kali lahar dingin Gunung Sinabung turun melintasi Sungai Kera Perb...

Reklame ‘Bodong‘ Sepanjang Jalan Arteri T.Morawa-KNIA

DELISERDANG (Waspada): Puluhan reklame diduga ‘bodong’ atau tanpa izin dari berbagai perusahaan saat...

KNIA Masuk 24 Besar Dunia Versi ASQ

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): Kualanamu International Airport (KNIA) masuk dalam 24 besar dunia ...

Erupsi Sinabung, Industri Pariwisata Karo Rugi Puluhan Miliar Rupiah

BERASTAGI (Waspada): Industri pariwisata Karo rugi puluhan miliar rupiah selama erupsi Gunung Sinabu...

Illegal Logging Marak Di Palas

SIBUHUAN (Waspada): Illegal logging marakdi Kab. Padang lawas (Palas), para pelaku bebas menumpukkan...

Solar Di Jalinsum Sergai Kosong Kenek Bus Bogem Operator SPBU

SEI RAMPAH (Waspada): Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali terjadi di ...

Ujian CPNS Di Kota Binjai Lancar

BINJAI (Waspada): Ujian penerimaan CPNS di Kota Binjai, Selasa (21/10), berjalan lancar di tiga loka...

Mimbar Jumat

Sehari 2 Kali Lah...

TIGANDERKET (Waspada): Sehari dua k...

Reklame ‘Bodong‘ ...

DELISERDANG (Waspada): Puluhan rekl...

KNIA Masuk 24 Bes...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): K...

Erupsi Sinabung, ...

BERASTAGI (Waspada): Industri pariw...

Lentera

Sehari 2 Kali Lah...

TIGANDERKET (Waspada): Sehari dua k...

Reklame ‘Bodong‘ ...

DELISERDANG (Waspada): Puluhan rekl...

KNIA Masuk 24 Bes...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): K...

Erupsi Sinabung, ...

BERASTAGI (Waspada): Industri pariw...

Lentera Ramadhan

Sehari 2 Kali Lah...

TIGANDERKET (Waspada): Sehari dua k...

Reklame ‘Bodong‘ ...

DELISERDANG (Waspada): Puluhan rekl...

KNIA Masuk 24 Bes...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): K...

Erupsi Sinabung, ...

BERASTAGI (Waspada): Industri pariw...

Banner
Cukai ‘Dimainkan’, Rokok Dan Miras Disita
Articles | Sumut
Written by muhammad faisal on Monday, 10 June 2013 06:16   
Share

PEMATANGSIANTAR (Waspada) : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pematangsiantar dari Juni 2012 sampai Mei 2013 berhasil menyita ribuan bungkus rokok dan ratusan botol minuman yang mengandung etil alkohol dari berbagai lokasi di wilayah kerjanya.

 

Kepala Kantor BPPBC Tipe Pratama Pematangsiantar, Zulkarnain melalui Kepala Sub Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pematangsiantar, Martoji Silaen diruang kerjanya kepada Waspada, Jumat (7/6) mengatakan, kerugian negara dari barang-barang yang berhasil disita tersebut mencapai Rp21 juta lebih atau tepatnya Rp21.867.680.

 

Untuk rokok yang disita, terdiri dari rokok- rokok yang diproduksi pabrik rokok di luar Sumatera dengan berbagai merek. Rokok-rokok tersebut telah menggunakan pita cukai yangtidak sesuai dengan keadaan isi barang yang diproduksi. Hal itu seperti, rokok kretek produksi mesin tetapi menggunakan pita cukai untuk jenis kretek buatan tangan. Jumlah rokok yang disita petugas setelah dihitung 2.821 bungkus.

 

“Perbedaan cukai untuk jenis rokok kretek buatan tangan dengan kretek buatan mesin cukup besar. Cukai rokok kretek buatan tangan lebih kecil dibanding dengan cukai rokok kretek buatan mesin,” jelas Martoji Silaen.

 

Dan untuk minuman botol yang berhasil disita petugas Bea Cukai dari sejumlah lokasi adalah minuman botol mengandung etil alkohol dari berbagai merek dan tidak memiliki cukai. Seluruh barang yang disita kondisinya dalam keadaan baik dan jumlahnya 218 botol. Besar perkiraan, produksi rokok yang telah ‘mempermainkan’ pita cukainya masih cukup banyak beredar di tengah masyarakat.

 

Untuk itu peran serta dari masyarakat menyampaikan informasi atas temuannya di pasaran dalam permainan cukai, sangat diharapkan Kantor Bea Cukai.

 

Ditanya soal sanksi hukum yang dikenakan kepada perusahaan rokok yang sengaja melakukan kecurangan dalam menempelkan pita cukainya pada setiap bungkus produksinya, menurut Martoji Silaen, sebenarnya cukup berat, yaitu selain harus membayar kekurangan dari taksiran cukai yang dikenakan dari setiap produksinya dikali sepuluh kali lipat denda dari total kekurangan yang dikenakan pada taksiran cukai.

 

“Tuntutannya bisa miliaran rupiah harus ditanggung perusahaan rokok yang melakukan permainan pita cukai itu,” tegas Martoji Silaen.

 

Saat ini seluruh barang-barang hasil sitaan petugas Bea Cukai tersebut disimpan di kantor BPPBC Pratama Pematangsiantar menunggu adanya putusan untuk dimusnahkan. (c16/crap)



Tags: Waspada  Sumut  Pematang Siantar  Cukai  Rokok  Miras  KPPBC  
 

Internasional

Pekerja Di Binjai Dilarang...

BINJAI (Waspada): PT RPFI melarang pekerja pria menge...

Sehari 2 Kali Lahar Dingin...

TIGANDERKET (Waspada): Sehari dua kali lahar dingin G...

Reklame ‘Bodong‘ Sepanjang...

DELISERDANG (Waspada): Puluhan reklame diduga ‘bodong...

KNIA Masuk 24 Besar Dunia ...

KUALANAMU, Deliserdang (Waspada): Kualanamu Internati...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada