Top Stories

Renungan Pasca Muktamar Alwashliyah ke XXI
Urgensi Sifat Dua Puluh Dalam Aqidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah
Pilar-pilar Dakwah Dalam Alquran
Menguak Akar Fudamintalisme Dalam Islam
Gambaran Alquran Tentang Negara di Ujung Tanduk

Opini

Tindak Pidana Pengusiran Dalam Alquran

(Kajian Analisis terhadap Pengungsi Rohingya) Pembunuhan, perang dan pengusiran adal...

Keuniversalan Islam Dalam Alquran

  Nampaknya, menggeluti suatu aliran lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya karena keb...

Renungan Pasca Muktamar Alwashliyah ke XXI

Persoalan kepemimpinan dan kaderisasi nampaknya sudah mengalami pergeseran dari kepemimpinan ber...

Urgensi Sifat Dua Puluh Dalam Aqidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah

yang dimaksudkan dengan sifat dalam kajian sifat 20 bukan sifat tambahan seperti yang bis...

Pilar-pilar Dakwah Dalam Alquran

(Kajian Q.S. Ali ‘Imran ayat 159) pendakwah harus memiliki pribadi simpatik dan menarik. Ber...

Menguak Akar Fudamintalisme Dalam Islam

Secara historis faham fundamentalis ini lahir karena perselisihan politik antara Ali dan Muawiya...

Gambaran Alquran Tentang Negara di Ujung Tanduk

  mereka tidak segan-segan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan suatu jabatan. Mereka j...

Mimbar Jumat

Tindak Pidana Pen...

(Kajian Analisis terhadap ...

Keuniversalan Isl...

  Nampaknya, menggeluti suat...

Renungan Pasca Mu...

Persoalan kepemimpinan dan kade...

Urgensi Sifat Dua...

yang dimaksudkan dengan ...

Lentera

Tindak Pidana Pen...

(Kajian Analisis terhadap ...

Keuniversalan Isl...

  Nampaknya, menggeluti suat...

Renungan Pasca Mu...

Persoalan kepemimpinan dan kade...

Urgensi Sifat Dua...

yang dimaksudkan dengan ...

Lentera Ramadhan

Tindak Pidana Pen...

(Kajian Analisis terhadap ...

Keuniversalan Isl...

  Nampaknya, menggeluti suat...

Renungan Pasca Mu...

Persoalan kepemimpinan dan kade...

Urgensi Sifat Dua...

yang dimaksudkan dengan ...

Banner
Fadhilah Bulan Sya’ban
Articles | Mimbar Jumat
Written by Edy Rachmad on Friday, 14 June 2013 08:09   
Share
jika manusia tidak menyucikan badannya pada bulan Rajab dan hatinya pada bulan Sya’ban, maka bagaimana dia akan menyuciakan roh nya pada bulan Ramadhan?”

Diantara semua tempat di dunia ini ada tempat-tempat tertentu yang dimuliakan oleh Allah SWT, begitu pula dengan waktu, hari dan bulan. Diantara dua belas bulan dalam setahun ada empat bulan yang dimuliakan oleh Allah, salah satunya ialah bulan Sya’ban.

Allah SWT, yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, lagi Maha Pencipta, melebihkan kedudukan dan derajat sebagian makhluk-Nya atas sebagian yang lain. Dia menciptakan manusia dan alam semesta serta memilih diantara mereka sebagai Rasul dan melebihkan sebagian Rasul itu atas sebagian yang lain.

Allah juga memilihkan dan melebihkan sebagian negeri atau tempat atas sebagian yang lain, dan Allah memilih Mekkah sebagai tanah suci, Masjidinil Haram lebih utama dari pada masjid-masjid yang lain, begitu pula Masjid Nabawi (Madinah) lalu Masjidil Aqsha (Palestina). Kini kita telah berada di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Jika kita bersungguh dan mau meningkatkan ibadah kepada Allah akan mendapat kemuliaan itu.

Yahya bin Muas ra, berkata: “Sesungguhnya didalam bulan “Sya’ban” dimana didalam setiap hurufnya orang mu’min akan diberi suatu pemberian, dengan Syin diberi syaraf (kemuliaan) dan syafaat, dengan ‘Ain akan diberi Birr (kebaikan) dengan ‘Alif akan diberi ulfah (kelemah lembutan) dan dengan Nun akan diberi Nur (cahaya) dan oleh karenanya dikatakan, bulan Rajab itu untuk menyucikan hati dan bulan Ramadhan untuk menyucikan roh, sesungguhnya untuk menyucikan badannya pada bulan Rajab maka dia akan menyucikan hatinya pada bulan Sya’ban, dan orang yang akan menyucikan hatinya pada bulan Sya’ban akan menyucikan roh nya pada bulan Ramadhan, jika manusia tidak menyucikan badannya pada bulan Rajab dan hatinya pada bulan Sya’ban, maka bagaimana dia akan menyuciakan roh nya pada bulan Ramadhan?”.

Ahli Hikmah pernah berkata: “Sesungguhnya bulan Rajab itu untuk memohon ampun dari segala dosa, dan bulan Sya’ban untuk menyucikan hati dari segala cacat, dan bulan Ramadhan untuk memberi penerangan hati, sedang pada malam Lailatul Qadar adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah”.

Adapun keutamaan bulan Sya’ban sebagai berikut, diantaranya: Pertama, Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang bersumber dari Aisyah ra ia berkata, “Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan, kecuali puasa pada bulan Ramadhan, dan saya tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam suatu bulan dari padanya, selain bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari). Kedua, dari Abdillah bin Abi Qais, bahwa ia pernah mendengar Aisyah ra, berkata: “Bulan yang paling disukai oleh Rasulullah SAW untuk melakukan puasa sunnah ialah bulan Sya’ban, bahkan beliau lebih banyak puasanya di bulan itu, kemudian Nabi berpuasa bulan Ramadhan”. (HR. An-Nasai).

Dalam hal ini, mengapa Nabi SAW, mengistimewakan bulan Sya’ban dengan banyak melakukan puasa di bulan itu? Karena pada bulan Sya’ban, seluruh amal ibadah manusia diangkat (dilaporkan) kepada Allah SWT sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW, dari Usamah bin Zaid ra, ia berkata, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW; “Saya belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan diantara bulan-bulan lain, sebanyak puasa yang engkau lakukan di bulan Sya’ban, Rasulullah menjawab, bulan itu biasanya dilupakan orang, yaitu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal-amal kepada Tuhan semesta alam, aku suka, ketika amal-amalku dilaporkan, sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR. Ahmad dan Nasai)

Ketiga, Rasulullah SAW banyak mengadakan ceramah atau ta’lim pada akhir bulan Sya’ban untuk menyambut kehadiran bulan Ramadhan. Adalah Rasulullah SAW, pada hari yang terakhir atau di penghujung dari bulan Sya’ban mengadakan ta’lim atau berceramah dihadapan para sahabat untuk memberikan penerangan keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu dan qiyam dimalam harinya suatu tathawwu’.

Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya, samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga”. (HR. Ibnu Khuzaimah dari Salman).

Dari hadits tersebut, maka sudah sewajarnya setiap kita yang berada di bulan Sya’ban, dan akan memasuki bulan Ramadhan, mengadakan pertemuan, baik atas nama pengajian, perwiritan maupun atas nama lembaga-lembaga Islam lain, dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang diperlukan masyarakat yang harus dilaksanakan di dalam bulan Ramadhan itu.

Keempat, Menurut satu riwayat, Barang siapa berpuasa tiga hari pada awal bulan Sya’ban, dan tiga hari pada pertengahannya, tiga hari pada akhirnya, maka Allah akan menuliskan baginya pahala tujuh puluh orang Nabi, seperti orang yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, dan jika ia wafat pada tahun itu dia wafat sebagai syahid.

Kelima, Barang siapa yang mengagungkan bulan Sya’ban dan bertakwa kepada Allah, melakukan ketaatan kepada-Nya dan menahan diri dari kemaksiatan, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya dan memberi keamanan kepadanya dari musibah maupun penyakit yang terjadi pada tahun itu.

Penutup

Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kelalaian, kealpaan sudah jelas banyak sedikitnya kita ada berbuat dosa sengaja ataupun tidak, telah kita lebur diri dengan noda dan dosa serta durhaka kepada Allah SWT, oleh karena itu, kesempatan yang Allah berikan kepada kita dengan memanjangkan usia kita, untuk berjumpa kembali dengan bulan Sya’ban ini serta disampaikan Allah berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Mari kita gunakan sisa-sisa umur kita dengan memperbanyak taubat kepada Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. Wallahu A’lam ***** ( Drs. H. As;ad Marlan, M.Ag : Dosen Fak. Tarbiyah IAIN SU dan STAI Binjai )

.



Tags: Mimbar Jumat  
 

Internasional

Amalan Sya’ban...

Empat amalan Sya’ban sebagai persiapan menyambut ...

Tindak Pidana Pengusiran D...

(Kajian Analisis terhadap Pengungsi Rohingya...

Keuniversalan Islam Dalam ...

  Nampaknya, menggeluti suatu aliran lebih ban...

Renungan Pasca Muktamar Al...

Persoalan kepemimpinan dan kaderisasi nampaknya s...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada