Top Stories

Menjerat Korupsi Lintas Negara
Menjerat Tindak Pidana Korporasi
Setelah Akil, Patrialis, Siapa Menyusul?
Ahok Ancam Ketua MUI Pusat
NU 91 Tahun

Opini

Bayi Terpapar Narkoba

Seorang anak bahkan bisa terpapar Narkoba sejak masih dalam kandungan jika ibunya merupakan seorang ...

Ulama Pemecah NKRI ?

Mohon WNI yang beragama Islam sadarlah, ingatlah besok, lusa kita akan kembali pada Allah SWT. Apaka...

Menjerat Korupsi Lintas Negara

Kasus korupsi nampaknya bukan hanya masalah nasional saja tapi juga masalah internasional. Perkemban...

Menjerat Tindak Pidana Korporasi

Tidak hanya pada law in the books, pada law in action pun korporasi juga telah dijadikan subjek huku...

Setelah Akil, Patrialis, Siapa Menyusul?

Perbuatan Patrialis bisa dianggap  ‘’luar bisa’’ maka sewajarnya diganjar hukuman paling berat. Sete...

Ahok Ancam Ketua MUI Pusat

Pada sidang ke-8 kasusnya, Ahok mengancam Ketua MUI Pusat dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu....

NU 91 Tahun

Kelahiran NU 91 tahun lalu diwarnai berbagai dialog kepercayaan dan budaya sehingga menghasilkan seb...

Mimbar Jumat

Bayi Terpapar Nar...

Seorang anak bahkan bisa terpapar N...

Ulama Pemecah NKR...

Mohon WNI yang beragama Islam sadar...

Menjerat Korupsi ...

Kasus korupsi nampaknya bukan hanya...

Menjerat Tindak P...

Tidak hanya pada law in the books, ...

Lentera

Bayi Terpapar Nar...

Seorang anak bahkan bisa terpapar N...

Ulama Pemecah NKR...

Mohon WNI yang beragama Islam sadar...

Menjerat Korupsi ...

Kasus korupsi nampaknya bukan hanya...

Menjerat Tindak P...

Tidak hanya pada law in the books, ...

Lentera Ramadhan

Bayi Terpapar Nar...

Seorang anak bahkan bisa terpapar N...

Ulama Pemecah NKR...

Mohon WNI yang beragama Islam sadar...

Menjerat Korupsi ...

Kasus korupsi nampaknya bukan hanya...

Menjerat Tindak P...

Tidak hanya pada law in the books, ...

Banner
America First Dalam Pemikiran
Articles | Opini
Written by muhammad faisal on Tuesday, 31 January 2017 08:52   
Share

Kondisi perekonomian AS saat ini berbeda dengan beberapa waktu silam. Saat ini tingkat pengangguran tinggi dampak dari tertekannya industri dalam negeri dan rendahnya investasi

Di negara manapun seorang presiden mesti mengutamakan kepentingan negara dan bangsanya sebelum memikirkan kepentingan negara lain. Inilah yang menjadi kehebohan negara negara dunia atas sikap Presiden Amerika Serikat [AS] Donald Trump yang lebih mengutamakan kepentingan ekonomi dalam negerinya (America First). Yang dikhawatirkan oleh negara yang selama ini bermitra adalah pemulihan ekonomi global menjadi terganggu. Sementara pertumbuhan ekonomi negara negara berkembang, China dan Jepang menjadi tertekan.

Kekhawatiran itu benar-karena kebijakan America First muncul saat perekonomian global belum pulih. Dikhawatirkan daya pemulihannya menjadi semakin lemah setelah America First berjalan. Saat ini memang belum diimplementasikan dan masih merupakan wacana Donald Trump menanti pemerintahannya terbentuk. Penantian kehadiran America First menjadikan iklim ekonomi global menjadi tidak menentu. Banyak negara menunggu benarkah America First akan diterapkan. Dan apa pula dampak yang ditimbulkannya pada pertumbuhan dan perdagangan global serta pada negara mereka masing-masing.

Negara dunia memandang America First sebagai kebijakan kontroversial karena dilakukan saat ekonomi global telah menerapkan sistim ekonomi terbuka. Pandangan ini juga ada benarnya bergantung dari mana melihatnya. Melihat dari sudut kepentingan ekonomi global tentu berbeda dengan melihat dari sudut kepentingan ekonomi dalam negeri Amerika Serikat. Perekonomian Amerika Serikat bukanlah ekonomi global tapi merupakan bagian dari ekonomi global yang selama ini merupakan motivator ekonomi global khususnya bagi perkembangan ekonomi negara berkembang.

AS adalah negara ekonomi kuat peringkat satu dunia dan yang memiliki potensi pasar luas. Selama ini perekonomian AS membantu pemasaran barang produk negara berkembang sehingga pasar AS dipenuhi oleh barang negara berkembang, China dan Jepang. Potensi pasar AS yang luas dan kuat membangkitkan industri dan ekspor negara berkembang ke sana. Inilah salah satu masalah yang dibicarakan oleh negara dunia karena dengan kebijakan protektif ini negara berkembang dan lainnya seperti China dan Jepang akan kehilangan pasar. Daya saing merekapun menjadi tertekan.

Sebenarnya AS sendiri tidak menolak perdagangan luar negeri. Tapi setiap barang yang masuk ke negaranya dikenakan tarif yang tinggi bagi melindungi produk dalam negeri yang dihasilkan oleh industri dalam negeri AS. Tarif yang tinggi berdampak memperkuat pemasaran produk dalam negeri sekaligus menekan daya saing barang impor. Di samping itu pajak perusahaan industri juga diturunkan bagi menekan biaya produk yang juga maksudnya untuk memperbesar daya siang barang produk dalam negeri. Dengan America First berarti AS lebih mengutamakan kepentingan ekonomi dalam negerinya dari kepentingan ekonomi negara dunia lainnya.

Kondisi perekonomian AS saat ini berbeda dengan kondisi beberapa waktu silam. Saat ini negara AS dihadapkan dengan tingkat pengangguran tinggi dampak dari tertekannya industri dalam negeri dan rendahnya tingkat investasi. Daya saing barang dalam negeri kalah dengan daya saing barang impor. Pasar saham dan nilai tukar uangnya melemah. Keamanan negaranya terancam dengan kejadian teror yang terjadi diberbagai negara bagian. Mungkin inilah sebagian yang dilihat Trump sehingga ia melaksanakan kebijakan ekonomi protektif.

Trump merasa penting menata kembali perekonomian AS agar bangkit seperti sediakala. Pajak perusahaan industri diturunkan agar biaya produksi turun dan daya saing produk dalam negeri naik. Pendapatan masyarakat ditingkatkan dan diarahkan pada penggunaan pembelian barang buatan dalam negeri. Jumlah penganggur ditekan agar pendapatan naik, investasi didorong dengan memberi fasilitas dan kemudahan. Dengan peningkatan tarif juga dimaksudkan menambah penerimaan negara dari pajak.

Dengan demikian perdagangan dalam negeri dan pasar uang bangkit mengikuti perkembangan lalu lintas perekonomian riil yang berjalan. Selama ini keadaannya kupak kapik dihantam perdagangan bebas. Dalam menata kembali perekonomian Trump lebih mengutamakan potensi usaha swasta dan peningkatan daya beli masyarakat daripada pemerintah sendiri. Ia tetap mendasarkan perekonomian pada pengusaha kuat dan konsumsi masyarakat. Ia sungguh-sungguh menjadi negara capitalist.

America First mengingatkan kita kembali kepada sistim perekonomian tertutup. Tapi ketertutupan America First tidak bersifat mutlak. Perdagangan luar negeri masih berjalan. Ia mempergunakan kebijakan tarif sebagai alat untuk memproteksi diri seperti yang dilakukan dalam perekonomian klasik dahulu. Dilihat dari kondisi ekonomi global yang bersifat terbuka sebenarnya America First berjalan melawan arus. Namun Donald Trump percaya diri akan kekuatan ekonomi dalam negerinya walau berjalan lepas dari negara lain.

Trump tentu melihat ini dari tersedianya potensi ekonomi yang melimpah, kemajuan teknologi dan informasi serta transpotasi yang maju, jumlah penduduk yang besar serta tersedianya tenaga kerja berkeahlian di AS sebelum ia berwacana pada America First. Keteguhannya sangat dipuji demi kepentingan ekonomi nasional AS. Kedudukannya yang selama ini sebagai konglomerat memberi inspirasi kepadanya.

Apakah wacana America First akan berhasil membangun kembali perekonomian AS masih menjadi pertanyaan. Yang jelas ia telah kembali ke sistim perekonomian klasik yang mengutamakan absolute advantage. Artinya jika AS bisa memproduksi barang sendiri mengapa tidak diproduksi saja sendiri. Dalam pandangan ekonomi terbuka sistim ini tidak memikirkan masalah effisiensi yang dituntut dalam suatu perekonomian. Apakah perekonomian yang berjalan tidak efisien tidak merugikan warga dalam perbandingan harga, menekan produktivitas dan menimbulkan kemubaziran.

Ini berbeda dengan sistim perekonomian terbuka yang lebih memikirkan efisiensi dan produktivitas dengan mengetengahkan comparative advantage. Artinya jika negara lain bisa memproduksi barang lebih murah (lebih efisien) dari produksi dalam negeri mengapa tidak diimpor saja. Dan kitapun membikin barang lain yang lebih murah (lebih efisien) daripada yang dibikin oleh negara lain dan diekspor. Masing-masing negara mempunyai produk unggulan yang saling dipertukarkan antar sesama. Dengan demikian tercipta efisiensi dan produktivitas serta pertukaran (perdagangan internasional) antar negara. Perdagangan inilah yang menciptakan kemakmuran bangsa bangsa di dunia.

Namun bagaimanapun Trump lebih tahu mengenai kondisi dan masalah yang dihadapi oleh negaranya. Kita tidak bisa mengatakan keliru dan tidak. Membangun suatu negara memang harus berdasarkan kondisi riil negara itu sendiri. Demikian juga kebijakan yang berlaku. Kebijakan ekonomi tidak bisa copy paste. Teori ekonomi bersifat umum tapi penerapannya bergantung pada kondisi masing-masing negara. Banyak asumsi yang dipakai. Di sinilah keahlian pemimpin diuji.

Di samping itu gegap gempitanya negara membicarakan America First sebenarnya membuktikan betapa kuatnya pasar AS bagi negara dunia. Jika America First tetap diimplementasikan pengaruhnya pada perekonomian negara dunia khususnya negara berkembang pasti besar yang bobotnya bergantung seberapa jauh keterikatan ekonomi negara itu pada pasar AS. Investasi, industri dan produknya tidak akan berjalan tanpa ada pasar yang manampung. Itulah pentingnya pasar AS.

Apalagi adanya rencana Trump yang akan menaikan tarif barang yang masuk ke AS. Pasti harga barang asal impor menjadi mahal dan daya saingnya menjadi melemah. Secara eksternal yang juga dikawatirkan oleh negara eksportir adalah pemulihan ekonomi global menjadi terkendala dengan diberlakukannya America First. Padahal pasar di luar negara AS masih belum pulih. Trump yang tadinya kurang diunggulkan sebagai presiden justru sekarang bisa menggoncang ekonomi dunia.

Namun dari sisi positif adalah tiap negara akan mereformasi perekonomianya dalam rangka meningkatkan daya saing di pasar internasional. Demikian juga akan memperkuat posisi ekonomi dalam negeri menangkal kejadian eksternal yang tidak dikehendaki. Yang penting adalah jaga daya beli dalam negeri agar tidak terganggu, inflasi tidak meningkat dan kondisi ekonomi makro tetap terjaga. Ini menuntut birokrasi pemerintahan yang tertib dan jujur serta punya integritas tinggi.

America First belum berjalan dan masih merupakan wacana. Namun tetap waspada dan mempersiapkan diri apa yang akan dilakukan jika America First berlaku. ASmemang negara ekonomi kuat tapi bagaimanapun juga kebutuhannya pada barang negara lain pasti ada. Dapat diyakini optimalisasi perekonomian AS tidak dapat maksimal tanpa sertanya negara lain. Itu berarti AS masih memerlukan negara mitra. Kita bisa saksikan bagaimana nantinya.

Oleh Bachtiar Hassan Miraza

Penulis adalah Pemerhati Ekonomi, bhmiraza@gmail.com.




 

Internasional

Wirausaha Sebagai Pijar Pe...

Dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa, pemerinta...

Bayi Terpapar Narkoba...

Seorang anak bahkan bisa terpapar Narkoba sejak masih...

Ulama Pemecah NKRI ?...

Mohon WNI yang beragama Islam sadarlah, ingatlah beso...

Menjerat Korupsi Lintas Ne...

Kasus korupsi nampaknya bukan hanya masalah nasional ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada