Top Stories

Pendidikan Pancasila Perlu Terobosan
DPP Aceh Sepakat Buka Posko Bantuan Peduli Rohingya
Seleksi CPNS Berjalan Ketat Dan Terbuka
Rumah Sakit Telantarkan Pasien Harus Diberi Sanksi Tegas
Sidang Parlemen Dunia Di Bali Hasilkan 17 Point

Opini

'Fight of Gods' Diblokir ,MUI Puji Kominfo

JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi kinerja Kementerian Komunikasi dan In...

Pemerintah Harus Serius Soal Rencana Merger Antar PTS

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Asep Syaeduddin  mendukung rencana pemerinta...

Pendidikan Pancasila Perlu Terobosan

JAKARTA (Waspada): Pendidikan Pancasila sudah tidak bisa diajarkan ke mahasiswa dengan cara biasa. B...

DPP Aceh Sepakat Buka Posko Bantuan Peduli Rohingya

MEDAN (Waspada): DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara resmi membuka Posko Bantuan Peduli Rohingya,Rakhine...

Seleksi CPNS Berjalan Ketat Dan Terbuka

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB), Asman Abnu...

Rumah Sakit Telantarkan Pasien Harus Diberi Sanksi Tegas

JAKARTA (Waspada): Rumah sakit tidak seharusnya melupakan asas kemanusiaan dalam melayani pasien gaw...

Sidang Parlemen Dunia Di Bali Hasilkan 17 Point

BALI (Waspada): Sidang Parlemen Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan (World Parliamentary Forum o...

Mimbar Jumat

'Fight of Gods' ...

JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama In...

Pemerintah Harus ...

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rek...

Pendidikan Pancas...

JAKARTA (Waspada): Pendidikan Panca...

DPP Aceh Sepaka...

MEDAN (Waspada): DPP Aceh Sepakat S...

Lentera

'Fight of Gods' ...

JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama In...

Pemerintah Harus ...

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rek...

Pendidikan Pancas...

JAKARTA (Waspada): Pendidikan Panca...

DPP Aceh Sepaka...

MEDAN (Waspada): DPP Aceh Sepakat S...

Lentera Ramadhan

'Fight of Gods' ...

JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama In...

Pemerintah Harus ...

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rek...

Pendidikan Pancas...

JAKARTA (Waspada): Pendidikan Panca...

DPP Aceh Sepaka...

MEDAN (Waspada): DPP Aceh Sepakat S...

Banner
Pemerintah Harus Serius Soal Rencana Merger Antar PTS
Articles | Nasional
Written by muhammad faisal on Thursday, 14 September 2017 05:01   
Share

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Asep Syaeduddin  mendukung rencana pemerintah terkait merger antar PTS. Karena jumlah PTS yang terlalu banyak dengan layanan pendidikan yang seadanya, tidak baik untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia.


"Jumlah PTS di Indonesia saat ini ada lebih dari 4 ribu lembaga. Itu terbilang banyak untuk negara berpenduduk 250 juta orang. Idealnya kita punya sekitar 2 ribu PTS saja tetapi memiliki kualitas yang mumpuni," ujar Asep yang juga Rektor Universitas Trilogi dan Guru Besar Ilmu Statistik Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Trilogi, di Jakarta, kemarin. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sumarna  F Abdurahman.

 

Namun, Asep sempat menyayangkan gagasan merger antar PTS dilontarkan  di depan publik tanpa membicarakannya dulu dengan pihak PTS. Seharusnya menurut dia, pemerintah mengundang khusus PTS yang dinilai rendah mutunya, untuk menyampaikan gagasan tersebut sekaligus dengan solusinya.

 

Dia khawatir, suatu saat gagasan pemerintah terkait merger antar PTS itu nantinya  akan berhenti sebatas wacana tanpa didukung konsep, pendanaan hingga regulasinya.

 

"Kalau seperti itu nanti kesannya pemerintah seperti 'hit and run'. Lempar gagasan, lalu targetnya ditinggal. Semoga dalam waktu dekat pemerintah sudah menyiapkan konsep, bantuan dana hingga regulasi bagi PTS yang ingin merger," tutur Asep Saefuddin.

 

Sementara itu Kepala BNSP, Sumarna F Abdurahman mengemukakan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Hak itu dapat dilakukan lewat koordinasi dengan industri. Sebab dia melihat fenomena pengangguran di Indonesia lebih disebabkan tidak sesuainya kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar dan dunia industri.

 

"Kita harusnya sudah punya desain besar kebutuhan tenaga kerja. Dan perguruan tinggi swasta dapat bersama-sama menciptakan kualitas lulusan yang diinginkan pasar," tandas Sumarna.

 

"Banyak pengangguran terdidik saat ini karena kualifikasi lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan industri, ketimbang karena faktor sempitnya lapangan kerja yang tersedia," ujar Sumarna.

 

Tahun ini Universitas Trilogi menerima 777 mahasiswa baru di berbagai program studi dan program pascasarjana. Sebaran mahasiswanya kini tak hanya Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tetapi juga dari Aceh, Medan, Padang, Lampung, Batam hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).(dianw/C).



Tags: Pendidikan  
 

Internasional

Anak dan Remaja Tewas Akib...

  JAKARTA (Waspada): Menteri Kesehatan Nila Moeloek ...

'Fight of Gods' Diblokir ...

JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) meng...

Pemerintah Harus Serius So...

JAKARTA (Waspada):  Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI...

Pendidikan Pancasila Perlu...

JAKARTA (Waspada): Pendidikan Pancasila sudah tidak b...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada