Top Stories

Banner
Betulkah Yayasan Surya Alam Indonesia Peduli Yatim Dan Ḍhuafa? PDF Print E-mail
Articles | Surat Pembaca
Share
Petugas Yayasan Surya Alam Indonesia , Jumat, 13/10/2010 siap menunggu jamaah di pintu  masuk masjid, di salah satu  masjid di kota Padangsidimpuan, seraya menyodorkan amplop kosong kepada setiap jamaah yang hendak salat Jumat.

Selesai salat Jumat petugas yayasan ini pun kembali bergegas ke pintu keluar masjid dengan menenteng kotak kardus di tangan, menanti jamaah yang hendak pulang sekaligus memungut kembali amplop (sebagian sudah terisi uang) dari jamaah.

Sebab, di sampul amplop sendiri ada tulisan, “Mohon Amplop Dikembalikan ke Petugas”. Bahkan petugas yayasan ini tidak hanya minta sumbangan di masjid, tetapi juga di SPBU yang ramai dikunjungi masyarakat.

Ada yang khas dengan kelompok ini, terutama yang datang ke Padangsidimpuan awal Ramadhan 1431 H/Agustus 2010, yakni petugas yayasan yang memakai plate (papan) nama layaknya pegawai kantoran.

Dalam keadaan demikianlah mereka menyodorkan amplop kosong kepada setiap orang (jamaah). Amplop yang ditempeli dengan kertas disampulnya, menggunakan format dua kolom left (kolom sebelah kiri lebih kecil dibanding sisi kanan).

Pada sisi kanan sampul amplop tertulis, “Amal Peduli Yatim dan Dhuafa, dalam Setiap Rizki, Ada Hak untuk Mereka”. Lalu, kutipan arti sebuah hadis, “Bentengi Hartamu dengan Zakat, Obat Orang Sakit dari Kalanganmu dengan Sodaqoh dan Persiapkan Do’a untuk Menghadapi Datangnya Bencana”. (HR. Tabrani).

Di bawahnya, semacam doa, “Semoga Allah Senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan keberkahan rizki”. Amin. Di pojok kiri, bagian kanan itulah tertera, “Mohon Amplop Dikembalikan ke Petugas”. Sejajar dengan itu, pada sudut kanan bagian bawah terdapat tanda tangan dan nama Rakiman BS Jati Surya, Ketua Umum Yayasan Surya Alam Indonesia .

Di sisi kiri sampul amplop, bagian atas terdapat logo dan nama Yayasan Surya Alam Indonesia , di bawahnya dicatat SK MENHUM & HAM RI No. AHU-2858.AH.01.02 Tahun 2008. Seterusnya, terdapat alamat sekretariat yayasan: Jl. Semanggi Raya No. 25, Kab. Tegal, Jawa Tengah 52181, Telp. (0283) 3378603. Untuk Sumatera Utara beralamat di Jl. SM Raja-Garu VII No. 43 Medan. Selain itu, di bagian kiri paling bawah terdapat nomor rekining BRI Cab. Tegal 0101-01-023109-50-6.

Kendatipun, Yayasan Surya Alam Indonesia sebentuk usaha amal untuk membantu anak yatim dan kaum duafa, lebih lagi yayasan ini mengantongi legalitasnya sebagaimana dicantumkan di sampul amplop dan alamat yayasannya.

Namun, Yayasan Surya Alam Indonesia (YSAI), setidaknya di Kalimantan, mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pada tahun 2007, termasuk juga Badan Amil Zakat Balikpapan pada tahun 2009. Inilah beberapa berita di surat kabar nasional dan daerah, yang tampaknya perlu diklarifikasi Yasayan Surya Alam Indonesia (YSAI).

1.Suara Merdeka,  Selasa, 13 Maret 2007 memberitakan MUI-Poltabes Samarinda memantau dua yayasan berasal dari dari Semarang dan Tegal yang bergerak dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Kedua yayasan itu ialah YSAI dan Yayasan Karya Anak Bangsa (YKAB) asal Tegal. Pemantauan itu dilakukan karena diduga menyebarkan aliran sesat dan aktivitas mencurigakan. Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0703/13/nas17.htm.

2.Suara Merdeka, Rabu, 14 Maret 2007 memberitakan  YSAI dan YKAB diiselidiki karena diduga menyebarkan aliran sesat. Jajaran Polresta dan Polres Tegal kini berupaya mengusut keberadaan YSAI dan YKAB. Pasalnya, kedua yayasan tersebut diduga berasal dari Tegal dan telah menyebarkan ajaran sesat di Samarinda. Hal itu menyusul adanya laporan dari MUI dan Poltabes Samarinda tentang sepak terjang YSAI dan YKAB (Suara Merdeka, Selasa (12/3). Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0703/14/nas22.htm .

3. Aneka Warta, Kamis, 15 Maret 2007, mengemukakan warga desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Tegal mengaku tidak mengenal YSAI dan YKAB. Kedua yayasan tersebut diduga dari Tegal dan telah menyebarkan ajaran sesat di wilayah Samarinda. Hal itu menyusul adanya laporan dari MUI dan Poltabes Samarinda tentang sepak terjang YSAI dan YKAB. Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0703/15/nasa.htm.

4. Metro Balikpapan, Sabtu, 26 September 2009, melalui Sekretaris Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Balikpapan, Drs HM Jailani memperingatkan masyarakat mewaspadai sumbangan liar  yang memanfaatkan momentum lebaran. “Sumbangan itu aneh, mintanya di Balikpapan untuk yayasan di Jawa Tengah,” ujar Jailani. Pada amplop yang dibagikan, tertulis “Peduli Yatim Piatu dan Dhuafa” disertai petikan ayat suci Alquran surat Al Baqoroh 274. Namun anehnya, sumbangan itu mencantumkan Yayasan Surya Alam Indonesia yang beralamat di Jl Semanggi Raya nomor 25 RT 10 RW 05 Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal Jawa Tengah.  Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=23490.

Selain beberapa berita itu, perlu dikemukakan visi dan misi YSAI sebagaimana dimuat di-blogspot suryaalam-samarinda.blogspot.com/2009/12/visi-misi-yayasan.html. Visi Yayasan Surya Alam Indonesia ialah Menjadi Lembaga yang Mengkaji, Mempelopori, Menerangi, dan Menyeimbangkan tegaknya nilai-nilai demokrasi, toleransi dan perdamaian dengan Kesejahteraan Intelektual, Kesejahteraan Ekonomi dan KesejahteraanKeadilan/Hukum. Adapun misinya ialah

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia ,

2. Memajukan Kesejahteraan Umum,

3. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan

4. ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan demokrasi, toleransi, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Anehnya, visi dan misi yayasan ini, tak satu kata pun menyebut peduli terhadap anak yatim atau kaum dhuafa secara khusus sebagaimana tercetak dalam sampul amplop yang mereka sodorkan ke jamaah. Kecuali itu, cobalah bandingkan akta notaris yayasan ini, dengan nomor surat yang sama, tetapi tanggal dan tahun penetapan berbeda.

Suara Merdeka, Rabu, 14 Maret 2007 sebagaimana pengakuan Hertanti Pindayanti SH MH telah membuat Akta Notaris untuk YSAI pada 28 September 2006 dengan nomor 113. Sedangkan jika kita mengunduh blogspot http://suryaalam-samarinda.blogspot.com/2009/12/aspek-legal.html, di situ disebut Akta Pendiriannya : No Akta : 113 Tanggal Akta : 18 September 2009. Notaris: Ny. Hertanti Pindayani, SH. Entah itu salah ketik (tanggal 28/9/2006 ataukah 18/9/2009), entah tidak, tetapi itu agak ganjil?

Kadang kita kurang kritis  jika menyangkut yayasan yang mengatasnamakan sumbangan amal, lebih lagi di Ramadan ini, mungkin karena kita termotivasi hendak meningkatkan atau melipatgandakan amal, sedekah, dan infak. Kita perlu mengetahui pengelolaan sumbangan agar kepercayaan terhadap yayasan/lembaga keagamaan kita tetap terpelihara.

Abdul Hakim Siregar, SPdI, MSI.

Mantan Pengurus BKPRMI Kota Padangsidimpuan

 



 

Portal Harian Waspada