Top Stories

20 Perusahaan Jasa Titipan Bermasalah
Tirtanadi Kerjasama Pembayaran Air Secara Online
Enam Terdakwa Divonis Tujuh Tahun Penjara
Bongkar Vihara Salahi Izin
Penderita Sakit Jantung Meningkat

Opini

Perda Tata Kota Tidak Dipatuhi

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai  tidak patuh terhadap Peraturan Daerah (Perd...

Janda Pensiunan AURI Tolak Penggusuran Paksa

MEDAN (Waspada): Sekira 107 janda pensiunan AURI, warga  Karang Sari I dan Karang Sari II Kel. Sari...

20 Perusahaan Jasa Titipan Bermasalah

MEDAN (Waspada): Sebanyak 20 Perusahaan Jasa Titipan  Kantor Pusat yang ada di Sumatera Utara (Sumu...

Tirtanadi Kerjasama Pembayaran Air Secara Online

MEDAN (Waspada): PDAM Tirtanadi melakukan terobosan  inovasi sistem pembayaran rekening air dengan ...

Enam Terdakwa Divonis Tujuh Tahun Penjara

MEDAN (Waspada): Enam terdakwa kasus tindak pidana  korupsi dana bencana alam di Badan Penanggulang...

Bongkar Vihara Salahi Izin

MEDAN (Waspada):  Pengurus Aliansi Ormas Islam Sumatera  Utara Pembela Masjid mendesak Pemko Medan ...

Penderita Sakit Jantung Meningkat

MEDAN (Waspada): Sekitar 100 hingga 150 pasien per hari  dengan diagnosa sakit jantung berobat di R...

Mimbar Jumat

Perda Tata Kota T...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Janda Pensiunan A...

MEDAN (Waspada): Sekira 107 janda p...

20 Perusahaan Jas...

MEDAN (Waspada): Sebanyak 20 Perusa...

Tirtanadi Kerjasa...

MEDAN (Waspada): PDAM Tirtanadi mel...

Lentera

Perda Tata Kota T...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Janda Pensiunan A...

MEDAN (Waspada): Sekira 107 janda p...

20 Perusahaan Jas...

MEDAN (Waspada): Sebanyak 20 Perusa...

Tirtanadi Kerjasa...

MEDAN (Waspada): PDAM Tirtanadi mel...

Lentera Ramadhan

Perda Tata Kota T...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (P...

Janda Pensiunan A...

MEDAN (Waspada): Sekira 107 janda p...

20 Perusahaan Jas...

MEDAN (Waspada): Sebanyak 20 Perusa...

Tirtanadi Kerjasa...

MEDAN (Waspada): PDAM Tirtanadi mel...

Banner
OPRS Topaz Hasilkan Bibit Sawit Unggulan
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Wednesday, 18 August 2010 06:42   
Share
Pada 34 Agustus 2010, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut dan beberapa  pemimpin redaksi surat kabar terbitan Medan diundang PT Asian Agri melihat perkembangan  perusahaan kepala sawit itu di Riau dan Tanjung Priok Jakarta. Pada kunjungan hari  pertama, rombongan melihat keunggulan bibit sawit Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau Oil  Palm Research Station (OPRS) Topaz. Sedangkan kunjungan hari kedua melihat keunggulan  produksi pabrik PT AsianAgro Tunggal Utama.


TOPAZ merupakan salah satu OPRS yang dimiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit yang  tergabung dalam kelompok Asian Agri guna menghasilkan bibit kelapa sawit unggulan.


OPRS Topaz yang dikelola PT Tunggal Yunus Estate, salah satu unit perusahaan yang tergabung  dalam Asian Agri Group, terletak di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar  Provinsi Riau. Sedangkan OPRS lainnya terletak di Bahilang, Sumatera Utara.


Pendirian OPRS Topaz pertama kali dilaksanakan pada tahun 1992 dengan seleksi dan  persilangan antara induk kelapa sawit di Costa Rica. Induk kelapa sawit yang unggul ini  kemudian ditanam di kebun Topaz pada tahun 1996.


“Sebagai produsen bibit kelapa sawit, tujuan utama dari OPRS Topaz adalah untuk memproduksi  bibit dengan kandungan minyak yang tinggi dan karakteristik bawaan yang diinginkan melalui  program perbanyakan yang sistematis dan berkelanjutan,” kata Juliarto Barus, Estate Manager  OPRS Topaz.


Program perbanyakan ini, kata Juliarto, dilaksanakan dengan dukungan dari ahli lokal  maupun luar yang berpengalaman sebagai “breeders” dan “researchers” kelapa sawit.


OPRS Topaz menggunakan induk kelapa sawit Dura terpilih dari Costa Rica berjumlah 228 Deli  Dura (DxD) yang merupakan hasil yang dikembangkan oleh badan peneliti yang ternama  seperti MARDI Serdang (Malaysia), OPRS Banting (Malaysia), OPRS Dami (Papua New Guinea),  Pusat Penelitian Chemara (Malaysia), Socfin Johor Labis (Malaysia) dan San Alejo  (Honduras) dan 50 Pisifera induk kelapa sawit yang berasal dari AVROS (H&C, Malaysia),  AVROS Dami, Ekona, Ghana, Nigeria, La Me dan Yangambi.


Bibit dengan kualitas tinggi dihasilkan dari induk kelapa sawit unggul yang telah melalui  evaluasi dan proses seleksi di lapangan secara intensif. Proses pengumpulan serbuk sari  dari induk sawit Pisifera dan penyerbukan dari bunga betina dilaksanakan di bawah  pengawasan dan pengendalian yang ketat.


Langkahlangkah ketat juga diambil untuk menjaga kealamian bibit kelapa sawit. Standard  tinggi pada proses seleksi ditambah kontrol kualitas yang ketat menjamin produksi bibit  dengan kualitas superior.
Benih yang digunakan di 100.000 hektar kebun inti dan 60.000 Ha kebun plasma Asian Agri  berasal dari Marihat, Lonsum Dami, Socfindo, Costa Rica, Topaz (2004), dan sejauh ini  telah mampu menghasilkan hingga 6 juta ton CPO per hektar per tahun.


Awalnya, kata Juliarto, sebanyak 440 turunan DxP, yang berasal dari persilangan dari 223  Deli Dura dengan 50 Pisifera, telah diuji di 3 lokasi dan jenis tanah yang berbeda  (alluvial, gambut dangkal dan gambut dalam) dengan luas lebih dari 600 hektar (Ha) di  Sumatra Utara dan Riau (25% pada tanah alluvial dan 75% pada tanah gambut).


Berdasarkan evaluasi dan seleksi secara menyeluruh, lanjut Juliarto, kelapa sawit jenis  unggul Dura dan Pisifera telah diseleksi untuk memproduksi varietas Topaz DxP yang unggul,  antara lain: Topaz 1 (Dura Deli x Pisifera Nigeria), Topaz 2 (Dura Deli x Pisifera Ghana),  Topaz 3 (Dura Deli x Pisifera Ekona), dan Topaz 4 (Dura Deli x Pisifera Yangambi).


Dari hasil riset yang dilakukan, keunggulan Topaz DxP antara lain cepat berbunga, panen  lebih awal, memiliki kandungan minyak yang tinggi, buah lebih cepat matang, produksi tandan  buah segar (TBS) tinggi sejak awal, tingkat ekstrasi minyak yang tinggi, perlambatan  pertumbuhan tinggi pohon, serta tingkat adaptasi yang tinggi pada tanah gambut.


Keunggulan tersebut didasarkan pada panen tandan buah segar (TBS) dan minyak pada  percobaan turunan di 3 lokasi yang berbeda pada 3 jenis tanah yang berbeda. Juga diketahui  setelah menghitung total industri minyak yang dihasilkan, yakni berupa CPO dan minyak sawit  kernel.


’’Khusus varietas Topaz DxP yang memiliki kandungan minyak yang tinggi telah mendapatkan  sertifikat dari TUV NORD untuk ISO 9001:2000 (sistem manajemen mutu), serta sertifikat  pengesahan dari Menteri Pertanian melalui Surat Keputusan No. 57, 58, 59 dan  60/KPTS/SR.120/I/2004 pada tanggal 16 Januari 2004,’’ sebut Juliarto.


OPRS Topaz juga telah memperoleh sertifikat dari SGS untuk ISO 140012004 (sistem manajemen  lingkungan). Hal ini menunjukkan komitmen Asian Agri dalam memproduksi bibit unggul yang  berkualitas bagi kebun groupnya dan juga untuk pasar domestik.


Untuk tahun 2010, menurut Juliarto Barus, ditargetkan produksi bibit OPRS Topaz sebanyak  15 juta kecambah. Seterusnya, dari tahun 2011 rencana produksi benih ditingkatkan menjadi  20 juta kecambah.


Untuk kebutuhan internal, perusahaan yang tergabung dalam Asian Agri Group menggunakan  sekitar 2040 persen benih Topaz. Sedangkan sisanya untuk eksternal, seperti kelompok tani  dan petani kecil sesuai kebijakan Departemen Perkebunan, serta ke perusahaan perkebunan  lainnya.


Kebun Topaz sendiri memiliki luas 4.400 hektar yang ditanami dengan jenis sawit DxP G1.  Penanaman mulai dilakukan sejak 1994 hingga 1997. Walaupun 50 persen merupakan jenis tanah  mineral dan 50 persen tanah gambut dengan ratarata curah hujan per tahun antara  1.8002.000 milimeter, namun DxP G1 mampu menghasilkan panen TBS yang tinggi sejak awal.


Tahun 2009, Kebun Topaz mampu mencapai ratarata produksi TBS lebih dari 30 ton per hektar  per tahun, dan sejak 2004 telah mencapai lebih dari 6 ton CPO per hektar. Melihat hasil  pada tanaman sawit jenis DxP G1, generasi benih dari G2 diharapkan mampu menghasilkan  lebih dari 20 persen di atas produksi G1.

* Edward Thahir



 

Internasional

Jamaah Haji Kloter 9 Disam...

MEDAN (Waspada) : Sejumlah pejabat Kab.Langkat menyam...

Perda Tata Kota Tidak Dipa...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinila...

Janda Pensiunan AURI Tolak...

MEDAN (Waspada): Sekira 107 janda pensiunan AURI, war...

20 Perusahaan Jasa Titipa...

MEDAN (Waspada): Sebanyak 20 Perusahaan Jasa Titipan ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada